Senin, 21 Maret 2011

makalah tentang sabu (bahan kuliah mk. inventarisasi SDA, ipsal, Undana)

Strategi Pembangunan Pulau Sabu Dalam Perspektif Ekologi

Oleh
Ludji Michael Riwu Kaho
(disampaikan dalam pertemuan Permasa di Kupang, Mei 2005)

Jika orang membuka peta Indonesia pada skala 1: 13.000.000 atau lebih maka hampir dapat dipastikan Pulau Sabu tidak ditemukan di sana. Penyebab satu hal saja, Pulau Sabu berukuran sangat kecil. Bahkan, bukan saja sangat kecil tetapi juga sangat terisolir. Keadaan ini tidak harus dijadikan alasan untuk bermuram durja. Sebaliknya, harus dijadikan tantangan untuk mengatasi kompleks permasalahan yang terjadi akibat situasi demikian.

Kamis, 04 Maret 2010

http://regional.kompas.com/read/2010/03/04/12410810/Sumba.Timur.Potensial.Jadi.Padang.Gurun

Kamis, 4 Maret 2010 | 12:41 WIB


KUPANG, KOMPAS.com — Kabupaten Sumba Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur berpotensi menjadi gurun akibat proses penghilangan vegetasi dan penurunan kelembaban tanah di wilayah timur Pulau Sumba itu. Demikian dikemukakan seorang peneliti ilmu kehutanan dari Universitas Nusa Cendana, Kupang, Dr L Michael Riwu Kaho, di Kupang, Kamis.

Senin, 01 Maret 2010

mutis dan wairinding, apa masalahnya? (bahan untuk Pak Frans Sarong - KOMPAS)

MUTIS DAN WAIRINDING, APA MASALAHNYA

Oleh
L. Michael Riwu Kaho
(Dosen Undana, Doktor dalam Bidang Ilmu Kehutanan)

Kawasan Hutan Cagar Alam (CA) Mutis-Timau, seluas ± 75.000 ha + 12 .000 ha yang ditetapkan sebagai kawasan inti CA, merupakan kawasan hutan yang seharusnya, menurut ketentuan kawasan yang dilindungi, terbebas dari upaya eksploitasi sumberdaya alam. Akan tetapi secara tradisional kawasan ini telah dihuni oleh sekelompok populasi dari etnolinguistik tertentu, atoin meto, yang menganggap bahwa daerah Mutis dan sekitarnya adalah ruang hidup mereka. Mempertemukan dua kepentingan ini merupakan suatu dinamika etika lingkungan yang bersifat dilematik, karena dua kepentingan tersebut memiliki dinamik yang terkadang bertabrakan secara diametral. Di satu sisi hutan Mutis harus di lindungi tetapi dinamika perkembangan populasi dan cara-cara pemenuhan kebutuhan bahan makanannya membutuhkan kawasan hutan Mutis sebagai sumberdaya. Dalam situasi dilematis seperti ini kelestarian Cagar Alam (CA) hutan Mutis terancam karena pola penggunaan sumberdaya secara tradisional, antara lain penggembalaan bebas dan perladangan tebas bakar, dikhawatirkan menimbulkan entropi lingkungan.

Selasa, 16 Februari 2010

pasture, padang rumput, savanna dan rangeland (bahan mk. Tatalaksana Padang Pengembalaan Tropika)

Pasture

Pasture is land with vegetation cover used for grazing of livestock as part of a farm, or in ranching or other unenclosed pastoral systems or used by wild animals for grazing or browsing. Prior to the advent of factory farming, pasture was the primary source of food for grazing animals such as cattle and horses. It is still used extensively, particularly in arid regions where pasture land is unsuitable for any other agricultural production. In more humid regions, pasture grazing is exploited extensively for free range and organic farming.
Pasture growth can consist of grasses, legumes, other forbs, shrubs or a mixture. Soil type, minimum annual temperature, and rainfall are important factors in pasture management.

Rabu, 03 Februari 2010

UJIAN MK. ANALISIS STATISTIKA KELAS MAP (A DAN B) SERTA MPSAL

Tuan-tuan dan Puan-puan yang terhormat,

Silakan melihat soal ujian dengan cara meng-click- judul di bawah ini:

Akan muncul page dari www.mediafire.com. Nama file "Ujian-Statisika-1010_januari.docx" akan muncul pada bagian paling atas dan di bawahnya akan muncul tulisan "click here to start download". Silakan - click - di situ.
  1. Setelah itu akan ada pilihan "open with" atau "save file" dari menu yang disediakan software Download di komputer anda. Pilih salah satu dan clik OK.
  2. Selesai dan silakan membaca bahan kuliah dimaksud

Lalu ikuti petunjuk penyelesaian soal berikut ini:
  1. Setiap mahasiswa memiliki soal tersendiri dengan jalan mengubah angka di belakang tanda koma;
  2. Survai dapat dilakukan sendiri atau berkelompok. Jika dilakukan berkelompok maka data yang harus dimodifikasi begitu rupa sehingga tiap orang akan memiliki data tersendiri;
  3. Jawaban harap dikumpulkan paling lambat pada hari senin, tanggal 8 Februari 2010;
  4. Bagi yang belum jelas akan petunju soal, dapat bertemu dengan pengasuh MK pada hari jumat pukul 16.00 di Kampus Pasca Undana;
Hormat,

Dosen Pengasuh

DR. Ir. L. Michael Riwu Kaho, M.Si

Sabtu, 10 Oktober 2009

tugas pekerjaan rumah mk. analisis statistika MPSAL semester I, KELAS B

Perhatikan gugus data berikut ini :

80 70 67 62 69 60 67 60 63 68 72 90 70 75 59 77 62 69 60 72
65 56 54 65 59 55 71 85 70 70 58 62 57 54 55 73 60 60 64 72

Kerjakan:

  1. tentukan range (R);
  2. panjang kelas (p);
  3. banyak kelas (bk);
  4. Interval kelas;
  5. Tabel distribusi frekuensi;
  6. titik tengah (midpoint);
  7. Gambarkan histogram dari Tabel distribusi frekuensi;
  8. Gambarkan grafik berdasarkan midpoint;
  9. Buatkan frekuensi kumulatif dari tabe sebaran frekuensi;
  10. Apa yang dapat anda simpulkan jika data di atas merupakan data rata-rata hasil ujian mid mk. "analisis statistika".
Kumpulkan sebelum perkulahan dimulai pada hari senin, 12-10-2009, pukul 16.00 WITA

bahan kuliah 2, MK Pengendalian Kebakaran dan Penggembalaan Liar, Prodihut, S1

Fakta Empirik Kebakaran dan Penggembalaan Liar di Indonesia  Musim kemarau panjang di Indonesia identik dengan masalah akut seputar...