- Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Kumpulan Bahan Kuliah bagi Mata Kuliah yang diasuh di semua prodi dan semua strata di Undana, Kupang
Kamis, 21 April 2016
bahan TAKE HOME EXAM mk "perubahan iklim, adaptasi dan mitigasi", peminatan iklim dan pembangunan, prodi ilmu lingkungan, PPS Undana
Soal Test:
Rabu, 16 Maret 2016
inventarisasi sumberdaya alam: masalah, maksud, tujuan dan terminologi
Pengertian
inventarisasi sumberdaya alam adalah
pengumpulan dan penyusunan data dan segala sesuatu mengenai sumberdaya alam guna melakukan perencanaan pengelolaan sumberdaya alam bagi kesejahteraan masyarakat secara lestari dan serbaguna.
Inventarisasi sumberdaya alam juga dapat
didefinisikan sebagai suatu usaha untuk menguraikan kualitas dan kuantitas sumberdaya alam serta berbagai ciri dan karakteristik arael tempat tumbuhnya. Tujuan dari
inventarisasi sumberdaya alam adalah untuk
mendapatkan data yang akan diolah menjadi informasi yang dipergunakan sebagai
bahan perencanaan dan perumusan kebijaksanaan strategik jangka panjang, jangka
menengah dan operasional jangka pendek sesuai dengan tingkatan dan Ketajaman inventarisasi yang dilaksanakan.
1.
Permasalahan
Beberapa permasalahan
yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup adalah:
·
keterbatasan data dan
informasi dalam kuantitas maupun kualitasnya. Keterbatasan data dan informasi
yang akurat berpengaruh pada kegiatan pengelolaan dan pengendalian sumber daya
alam dan lingkungan hidup yang belum dapat berjalan dengan baik. Sementara itu,
sistem pengelolaan informasi yang transparan juga belum melembaga dengan baik
sehingga masyarakat belum mendapat akses terhadap data dan informasi secara
memadai.
·
Permasalahan pokok
lainnya adalah kurang efektifnya pengawasan dan pengendalian dalam pengelolaan
sumber daya alam yang ada, yang menyebabkan kerusakan sumber daya alam. Kondisi
ini ditandai dengan maraknya pengambilan terumbu karang dan pemboman ikan,
perambahan hutan, kebakaran hutan dan lahan serta pertambangan tanpa izin.
·
Permasalahan lainnya
adalah belum jelasnya pengaturan pemanfaatan sumber daya genetik yang mengancam
keanekaragaman hayati dan kesehatan manusia serta permasalahan ketergantungan
yang tinggi pada sumber daya fosil.
Rabu, 20 Januari 2016
soal ujian (take home exam) Statistika Sosial, Prodi MAP, PPS Undana
- Berikut ini adalah data hubungan antara pendapatan keluarga per hari (X1) dan jumlah anggota keluarga (X2) dengan besarnya pengeluaran keluarga per hari (Y):
X1 (dalam ribu) : 100, 20, 40, 60, 80, 70, 40, 60,
70, 60
X2 : 7, 3, 2, 4, 6, 5, 3, 3, 4, 3
Y (dalam ribu)
: 23, 7, 15, 17, 23, 22, 10, 14, 20, 19
Buatkan peramalan yang mungkin berdasarkan
persamaan garis regresi yang berhasil ditetapkan. Berikan pula signifikansi
hasil ujinya.
- Dinas X menyatakan bahwa rata-rata pendapatan anak-anak yang berjualan koran kota kupang adalah sebesar Rp. 10.000,- per hari dengan simpangan baku sebesar Rp. 1500,- . Seorang mahasiswa S2 MAP Undana meneliti pada 50 orang anak penjual koran menemukan bahwa rata-rata pendapatan mereka sebenarnya adalah Rp.10.500,- per hari. Ujilah pendapat dinas X tersebut pada taraf uji 5% dan 1%.
Senin, 12 Oktober 2015
apa itu forest (sumber: wikipedia), MK pengantar ilmu kehutanan, Semester I, Prodi Kehutanan, Undana
bagaimana kita memahami hutan. Apakah sama pengertian hutan dan kehutanan?. Di NTT, menurut data TGHK (1982) luas kawasan hutan mencapai 1.8 juta ha. Akan tetapi dimana-mana yang dilihat awam adalah tanah kosong minim pohon. Bagaimana mengelola hutan dan kehutanan dalam situiasi seperti itu? Kita memulai perkuliahan ini dengan memahami terlebih dahulu arti kata "hutan (forest atau sylvo). Selamat menimba ilmu...
(kiri: kawasan hutan di daerah Lelogama, Kupang, NTT)Kamis, 08 Oktober 2015
Klasifikasi dan Kriteria Kawasan Konservasi (MK Pengelolaan Kawasan Konservasi, S2, lmu Lingkungan)
KLASIFIKASI
DAN KRITERIA KAWASAN KONSERVASI
A. Klasifikasi dan Kriteria Kawasan Konservasi Menurut Sistem IUCN
IUCN membagi kawasan konservasi berdasarkan klasifikasi menurut kategori yang terdiri dari:
1. Kategori I. Kawasan Rimba
Merupakan areal yang dilindungi
terutama untuk kepentingan ilmu pengetahuan atau perlindungan hutan belantara.
1.1. Kategori I.a. Cagar Alam :
Merupakan areal daratan dan atau
perairan laut yang memiliki beberapa nilai-nilai utama atau perwakilan ekosistem,
jenis dan/atau kenampakan fisiografis, atau geologis, yang ditunjuk dan
ditetapkan terutama untuk kepentingan ilmu pengetahuan, penelitian, dan/atau
pemantauan lingkungan.
Kriteria penunjukan :
·
areal harus cukup luas untuk
memastikan integritas ekosistem dan memenuhi tujuan pengelolaan dari areal yang
dilindungi
·
areal harus dengan mantap bebas dari
semua intervensi manusia secara langsung dan mampu untuk dapat dikelola
·
konservasi keanekaragaman hayati
dapat dilakukan melalui perlindungan dan tidak memerlukan adanya manipulasi
atau kegiatan pengelolaan habitat secara aktif
1.2. Kategori I.b. Kawasan Belantara Alam
Merupakan areal yang luas terdiri
dari daratan dan/atau perairan laut yang tidak sama sekali mengalami modifikasi
atau hanya sedikit sekali termodifikasi, dan tetap dominan memperlihatkan
karakter dan pengaruh alami, sebagai tempat tinggal yang penting atau permanen
dari hidupan liar, yang memerlukan upaya pengaturan dan perlindungan agar mampu
memelihara dan melestarikan kondisi alamnya.
Rabu, 30 September 2015
paradigma pengelolaan kawasan konservasi
dear mahasiswa PKK, Prodi Ilmu Lingkungan, PPS Undana,
berikut ini adalah sebuah posting lawas dari www.antaranews.com (tahun 2013) tetapi masih relevan untuk pembelajaran. Carilah dan diskusikan lalu buatkan resume tentang " apa arus utama paradigma pengelolaan kawasan konservasi" di dalam tulisan ini. Di bagian bawah saya berikan catatan tentang pengertian paradigma. Mohon jawaban diberikan setiap mahasisiwa di dalam kolom komentar DENGAN MENGGUNAKAN AKUN PRIBADI MASING-MASING.
ttd
l. michael riwu kaho
berikut ini adalah sebuah posting lawas dari www.antaranews.com (tahun 2013) tetapi masih relevan untuk pembelajaran. Carilah dan diskusikan lalu buatkan resume tentang " apa arus utama paradigma pengelolaan kawasan konservasi" di dalam tulisan ini. Di bagian bawah saya berikan catatan tentang pengertian paradigma. Mohon jawaban diberikan setiap mahasisiwa di dalam kolom komentar DENGAN MENGGUNAKAN AKUN PRIBADI MASING-MASING.
ttd
l. michael riwu kaho
Kawasan Konservasi Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat
| 2.422 Views
Jakarta, 1/4 (ANTARA) - Secara umum, paradigma pembangunan
ekonomi biasanya berbenturan dengan paradigma pembangunan yang
berwawasan lingkungan. Kini, kedua paradigma pembangunan tersebut dapat
disinergikan melalui prinsip ekonomi biru. Untuk itu, melalui konsep Blue Economy
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertekad mengembangkan ekonomi
kelautan yang berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan kawasan
konservasi perairan, demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Demikian dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo,
ketika membuka workshop internasional bertema “Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan untuk Pengembangan Ekonomi Kelautan”. di Jakarta (1/04)
hutan sebagai komunitas tumbuhan (pokok bahasan IV); Ekologi Hutan, Prodi Kehutanan, S1
Ekosistem
hutan hujan adalah suatu komunitas yang kompleks yang kerangka kerjanya
disediakan oleh pohon-pohonan dengan berbagai ukuran. Di bawah tajuk
pohon-pohonan tersebut kondisi iklim mikronya berbeda dengan kondisi yang ada
di luar hutan, cahaya matahari sedikit, kelembaban lebih tinggi, dan suhu udara
lebih rendah. Banyak tumbuhan pohon yang lebih kecil tumbuh di bawah naungan
pohon-pohon yang lebih besar, diantaranya tumbuh pula tumbuhan pemanjat (climbers),
epifit, tumbuhan pencekik (strangling plants), parasit dan saprofit
(Whitmore, 1975).
Kelimpahan,
ketahanan hidup, dan distribusi suatu jenis atau spesies tumbuhan tergantung
pada kemampuan adaptasinya terhadap lingkungan fisik dan terhadap organisme
lain yang berbagi tempat hidup pada lingkungan yang sama. Peranan interaksi
intraspesifik (antar individu dari jenis yang sama) dan lingkungan fisik
ternyata menentukan kelimpahan, distribusi dan dinamika populasi suatu jenis
tumbuhan, sebagaimana yang terjadi pada interaksi antara jenis di dalam
tingkatan trofik yang berbeda (prey predator interaction).
Langganan:
Postingan (Atom)
bahan kuliah 2, MK Pengendalian Kebakaran dan Penggembalaan Liar, Prodihut, S1
Fakta Empirik Kebakaran dan Penggembalaan Liar di Indonesia Musim kemarau panjang di Indonesia identik dengan masalah akut seputar...
-
Bahan kuliah ini berisikan pemahaman tentang makna kata dry , dry land , farming dan dry land farming , peternakan lahan kering dan kondisi...
-
savanna or savannah is a grassland ecosystem with scattered trees or shrubs. In savannas trees are small or widely spaced so that the ca...
-
apa itu forest (sumber: wikipedia), MK pengantar ilmu kehutanan, Semester I, Prodi Kehutanan, Undanabagaimana kita memahami hutan. Apakah sama pengertian hutan dan kehutanan?. Di NTT, menurut data TGHK (1982) luas kawasan hutan mencapai 1....
