Senin, 16 Maret 2009

pengumuman untuk tugas MK tatalaksana padang penggembalaan tropika

Bagi mahasiswa peserta MK "tatalaksana padang penggembalaan tropika," harap jawaban anda dikirim, sekalian dengan alamat e-mail anda, HANYA DI KOLOM KOMENTAR POSTING TATALAKSANA PADANG PENGGEMBALAAN TROPIKA DI BAWAH JUDUL

ringkasan kuliah tatalaksana padang penggembalaan tropika (tgl 10 maret 2009)

JANGAN DI BAWAH POSTING YANG LAIN.

  1. memberikan jawaban di bawah posting lain atau di e-mail TIDAK AKAN SAYA PERIKSA
  2. jawaban yang tidak menyertakan alamat e-mail TIDAK AKAN SAYA PERIKSA

Hormat saya,

Dosen/Ketua MK

L. Michael Riwu Kaho


12 komentar:

SAMSUL BAHARI BLEGUR mengatakan...

EMPAT JENIS RUMPUT UNGGUL

1.Rumput Raja atau King Grass(Pennisetum purpuroides)
Rumput raja hibrida atau King grass (Pennisetum purpuroides) adalah jenis rumput baru yang merupakan hasil persilangan antara Pennisetum purpureum (rumput gajah) dengan Pennisetum typoides (Siregar, 1988). Cheng (1984) menyatakan bahwa Pennisetum hibrida adalah hasil hibridisasi yang merupakan hibrid inter spesifik.
Menurut Reksohadiprodjo (1985), rumput gajah mempunyai sistematika sebagai berikut :
Phyllum : Spermatophyta
SubPhyllum : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Glumiflora
Familia : Gramineae
SubFamilia : Panicurdeae
Genus : Pennisetum
Species : Pennisetum hibrida
Pennisetum purporoides
Produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 40 ton rumput segar/ha sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/ha/tahun. Mutu hijauan rumput raja lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput gajah Hawai ataupun rumput Afrika..
King grass mempunyai keunggulan dibandingkan dengan rumput gajah, antara lain tumbuh lebih cepat, memiliki tunas yang lebih banyak, produksi lebih tinggi dan memiliki batang yang kadar serat lebih rendah sehingga dapat dipotong pada tingkat pertumbuhan yang lebih menggunakan potongan batang (stek) atau sobekan rumput (BIP Ciawi, 1988).
King grass dapat dikembangkan secara vegetatif, yaitu dengan stek.Bibit diambil dari dua pertiga batang bawah yang berasal dari tanaman yang sehat dan tua. Untuk menghasilkan bibit yang baik dapat dilakukan dengan memotong bagian atas tanaman yang keadaannya masih lunak pada umur enam bulan, selanjutnya tanaman diberi kesempatan untuk tumbuh sampai umur delapan bulan. Setelah tanaman mencapai umur tersebut maka batangnya telah siap dijadikan bibit. Potongan batang yang digunakan untuk bibit kurang lebih memiliki dua mata tunas (BIP Lembang, 1988).
Guritno dan Soehono (1980), mengatakan bahwa untuk menanam rumput gajah hibrida dianjurkan suatu jarak tanam 60 cm - 90 cm dan untuk daerah tropik lembab jarak tanam lebih baik lebih sempit karena akan memberi hasil yang tinggi. Demikian penting sekali artinya mengatur jarak tanam atau pemakaian populasi tanaman untuk memperoleh hasil yang baik. Jumlah anakan tiap rumpun akan rendah dengan meningkatnya populasi tanaman. Setyati (1983) menyatakan bahwa meningkatnya populasi tanaman akan menyebabkan terjadinya persaingan untuk faktor cahaya dan faktor tumbuh lainnya.

2.Rumput Gajah(Pennisetum purpureum)
Nama daerah: Elephant grass, napier grass (Inggris), Herbe d’éléphant, fausse canne à sucre (Prancis), Rumput Gajah (Indonesia, Malaysia), Buntot-pusa (Tagalog, Filipina), Handalawi (Bokil), Lagoli (Bagobo), Ya-nepia (Thailand), Co’ duôi voi (Vietnam), pasto elefante (Spanyol).
Rumput gajah berasal dari Afrika tropika, kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah- daerah tropika di dunia, dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1.000 mm/tahun dan tidak ada musim panas yang panjang. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kultivar, terutama di Amerik.
Rumput gajah mempunyai beberapa varietas, antara lain varietas Afrika dan varietas Hawai.
a.Varietas Afrika, ditandai dengan batang dan daun yang kecil, tumbuh tegak, berbunga dan produksi lebih rendah jika dibandingkan dengan rumput varietas Hawai.
b.Varietas Hawai, ditandai dengan batang dan daun yang lebar, pertumbuhan rumpun sedikit menyebar, produksi cukup tinggi, dan berbunga.
Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan (graminae ) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) yang alamiah di Asia Tenggara. Rumput ini merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing,dan dapat berbunga seperti es lilin.Dapat tumbuh pada daerah dataran rendah smpai dataran tinggi(0-300 m dpl).
Keunggulan dari rumput ini adalah dapat tumbuh baik di daerah pegunungan, disukai ternak,dapat tumbuh pada struktur tanah sedang sampai berat dengan kemampuan menahan air yang tinggi ,agak toleran terhadap tanah yang asam dan alkalis,tahan lindung sedang, tahan kering dan berproduksi tinggi dapat mencapai 150 – 200 ton/ha/thn. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan stek batang ( digunakan 2 – 3 buku ) atau sobekan rumpun(pols). Rumput gajah merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam.
Kandungan nutrisi rumput gajah terdiri atas; 19,9% bahan kering (BK), 10,2% protein kasar (PK), 1,6% lemak, 34,2% serat kasar, 11,7% abu, dan 42,3% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN).
Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi, atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase dan hay. Selain itu, rumput gajah juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanah yang baik.

3.Rumput Setaria(Setaria sphacelata)
Rumput ini berasal dari afrika tropic. Sering juga disebut sebagai rumput setaria lampung. Rumput setaria bersifat perennial, tumbuh tegak, berumpun lebat, tinggi dapat mencapai 2 m, berdaun halus dan lebar berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna merah keungu-unguan, bunga tersusuri dalam tandan coklat keemasan, pangkal batang pipih, dan pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas.Rumput ini merupakan rumput potong atau gembala di daerah dataran tinggi,termasuk tanaman yang tahan kering dan teduh, berdaun lunak dan disukai ternak.
Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai ketinggian 1200 m dpl, dengan curah hujan tahunan 750 mm atau lebih, dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, dan tahan terhadap genangan air,dan responsive terhadap pemupukan. Pembiakan dapat di lakukan dengan memisahkan rumpun dan menanamnya dengan jarak 60 x 60 cm,dengan sobekan rumpun ± 40.000 sobekan rumpun/ha.
Pemupukan di lakukan pada tanaman berumur kurang lebih dua minggu, dengan pupuk urea 100 kg/hektar lahan, dan sebulan sekali di tambah dengan 100 kg urea/hektar.
Produksi hijauan rumput setaria dapat mencapai 100 ton rumput segar/hektar/tahun. Komposisi rumput setaria (dasar bahan kering) terdiri atas; abu 11,5%, ekstrak eter (EE) 2,8%, serat kasar (SK) 32,5%, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 44,8%, protein ksar (PK) 8,3% dan total digestible nutrients (TDN) 52,88%.

4.Rumput Benggala(Pannicum maximum)
Rumput ini berasal dari afrika tropic dan sub-tropik,dan sekarang tumbuh di seluruh daerah tropic. Termasuk atnaman rumput berumur panjang,tumbuh tegak,kuat,batang seperti padi,mencapai tinggi 2m - 2,5 m.Warna daun hijau tua,berdaun lebar,bentuk ramping,bagian tepi kasar tetapi lunak dengan lidah daun yang kuat,dan memiliki akar yang dalam.Banyak digemari oleh semua ternak terutama sapi.Sangat baik untuk dikeringkan sebagai hay maupun bahan silase;disamping itu,dapat dijadikan rumput gembalaan.Berkembang biak dengan potongan-potongan bungkul akar dan tunas.
Tumbuh di daerah dengan curah hujan 760 mm/tahun.Tahan naungan ,agak tahan kering,dapat juga tumbuh dari biji,mempunyai respon yang baik terhadap pemupukan.Tumbuh pada ketinggian 0-1.200 m dpl(dataran rendah ataupun dataran tinggi),serta tumbuh pada tanah yang berstruktur ringan hingga berat. Produksi rata-rata bisa mencapai 150 ton/ha/tahun.
Rumput benggala memiliki beberapa varietas,yakni:
•Tipe “raksasa” dengan tinggi tanaman 3,6-4,2 m: cv.Hamil dan cv.Coloniao.
•Tipe “sedang’dengan tinggi tanaman 1,5-2,5 m: cv.Common dan cv.Makueni.
•Tipe “pendek” dengan tinggi tanaman 1 m: cv.Sabi dan cv.Petrie.

JENIS LEGUME UNGGUL

1.Gamal ( Gliricidia maculate )
Nama local: Gamal (Indonesia), Liriksida, liriksidia, Wit Sepiung (Jateng), Johar Gembiro Loka (DIY). Jawa Timur: Kelorwono, Joharlimo, Johar Bogor. Sunda: Cebreng, Cepbyer (Jabar), Kalikiria (Ciamis), Angrum (Garut).
Gamal berasal dari amerika tengah dan brazilia yang beriklim kering. Ditemukan mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 1200 meter. Akan tetapi, tumbuhan ini telah lama dibudidayakan dan bernaturalisasi di wilayah tropika Meksiko, Amerika Tengah, dan bagian utara Amerika Selatan, sampai pada ketinggian 1.500 m. Jenis ini juga telah diangkut ke wilayah Karibia dan kemudian ke Afrika Barat. Ia di introduksikan ke Filipina oleh orang Spanyol pada awal tahun 1600-an, dan ke Sri Lanka dalam abad ke-18l dari sana tumbuhan ini mencapai negara Asia lain, termasuk Indonesia (kira-kira tahun 1900), Malaysia, Thailand dan India. Gamal diperkirakan masuk ke Indonesia untuk digunakan sebagai tanaman pelindung pada areal perkebunan di daerah Medan .
Gamal berbentuk pohon,semak, daun majemuk bersirip ganjil,bunga berbentuk malai, lukar dari ketiak daun,bunga berwarna merah jambu, buah polongan,akar cukup dalam.
Fungsi tanaman: tanaman pelindung,pagar,makanan ternak,dan penahan erosi.Dapat diperbayak dengan menggunakan stek ataupun biji. Gamal ditanam sebagai penahan angin, bank protein, pakan ternak dan pagar hidup.
Tanaman yang diperbanyak dengan setek sudah dapat dipanen perdana pada usia di bawah 1 tahun. Biasanya 8-10 bulan. Sedangkan pada tanaman biji, hasil biomasa baru dapat diperoleh pada usia sekira 2 tahun.Penanaman setek lebih baik berasal dari batang bawah tanaman yang cukup usia (diatas 2 tahun), diameter batang cukup besar (diatas 4cm) dengan panjang setek bervariasi mulai dari 40cm sampai 1.5m. Jarak tanam juga bervariasi, antara 40 -50cm sampai dengan 1.5 – 5m tergantung kebutuhan.
Gamal mengandung nilai gizi yang tinggi. Protein kasar berada diantara 18-30% dan nilai ketercernaan 50-65% (lihat tabel).
Tabel 1: Persentasi dari Bahan Kering.Animal Feed Resources Information system,FAO.
Bahan kering Proteik kasar Serat kasar(CF) Abu Ca P Ketercernaan % CP (Sapi)
Rata-rata 29,1 23,0 20,7 9,7 1,3 0,18 55,3
Walaupun sangat bermanfaat bagi ternak, tingkat racun dalam Gamal juga sudah dikenal sejak lama. Sekurang-kurangnya ada beberapa jenis komponen racun dalam Gamal,diantaranya
dicoumerol, suatu senyawa yang mengikat vitamin K dan dapat mengganggu serta menggumpalkan darah. Dicoumerol diperkirakan merupakan hasil konversi dari coumarin yang disebabkan oleh bakteri ketika terjadi fermentasi.Zat lain yang perlu diperhatikan adalah Nitrat (NO3). Sebetulnya nitrat itu sendiri tidak beracun terhadap ternak, tapi pada jumlah yang banyak dapat menyebabkan penyakit yang disebut keracunan nitrat (nitrate poisoning). Nitrate yang secara alamiah terdapat pada tanaman di rubah menjadi nitrit oleh proses pencernaan, pada gilirannya nitrit dikonversi menjadi amonia. Amonia kemudian di konversi lagi menjadi protein oleh bakteri dalam rumen. Apabila ternak sapi mengkonsumsi banyak hijauan yang mengandung nitrat dalam jumlah besar, nitrit akan terakumulasi di dalam rumen. Nitrit sekurangnya 10 kali lebih beracun terhadap ternak sapi dibandingkan nitrat. Nitrit diserap kedalam sel darah merah dan bersaru dengan molekul pengangkut oksigen, hemoglobin sehingga membentuk methemoglobin.
Sayangnya, methemoglobin tidak dapat membawa oksigen dengan efisien seperti hemoglobin, akibatnya detak jantung dan pernafasan ternak meningkat, darah dan lapisan kulit berubah warna menjadi biru kecoklat coklatan, otot gemetar, sempoyongan dan bila tidak segera ditangani dapat mati lemas.
Selain itu, dalam Gamal juga terdapat molekul alkaloid yang belum dapat diidentifikasi dan senyawa pengikat protein yang juga tergolong zat anti nutrisi, tannin walaupun dalam konsentrasi yang cukup rendah dibandingkan Kaliandra (Calliandra calothrysus).

2.Turi ( Sesbania grandiflora )
Berasal dari daerah srilangka.Tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi (1.200m), dengan curah hujan 2.000 mm/tahun.Termasuk sejenis tanaman semak.Di Indonesia banyak ditanam di pematang sawah.
Sifat khusus dari tanaman turi adalah pertumbuhannya yang begitu cepat, tinggi tanaman bisa mencapai 10 meter, dan bunga besar berbentuk seperti kupu-kupu berwarna merah muda,putih atau ungu. Berdaun keci-kecil dan bulat,buahnya berbentuk polong yng panjang.Turi dapat beradaptasi pada tanah asam yang tidak subur,tanah kapur, kadang-kadang juga tumbuh subur pada tanah yang tergenang air.
Digunakan sebagai makanan ternak karena :
oMerupakan sumber vitamin,terutama pro vitamin A,Vitamin B,C,E.
osumber mineral,terutama Ca,dan P.
Daun turi merupakan hijauan makanan ternak yang potensial. Komposisi zat gizi daun turi terdiri atas; protein kasar 27,3%, energi kasar 4.825 kkal/kg, SDN 24,4%, lignin 2,7%, abu 7,5%, Ca 1,5% dan P 0,4%.
Seluruh masyarakat Timor pasti mengenal Turi/kane/gala-gala. Turi merupakan pohon serbaguna sebagai makanan hewan, sayuran konsumsi manusia, untuk kayu bakar dan batangnya sebagai material konstruksi ringan serta sangat baik untuk meningkat kesuburan lahan. Turi bisa diandalkan sebagai makanan pokok Sapi. Sayangnya tumbuhan ini walau tahan terhadap kekeringan, tapi tidak tahan terhadap api dan gulma/tanaman penganggu.

3.Kaliandra (Calliandra calothrysus)
Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl, toleran terhadap tanah yang kurang subur, dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air.
Manfaat kaliandra pada makanan ternak adalah sebagai bank protein. Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah.
Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing. Kaliandra mengandung protein kasar 22,4%, lemak 4,1%, energi kasar 46,30 kkal/kg, SDN 24,0%, lignin 1995,0%, Ca 1,6% dan P 0,2%.

4.Lamtoro Gung (Leucaena leucocephala)
Berasal dari amerika tengah dan selatan.Tumbuh pada ketinggian 0-1200 m dpl,dengan struktur tanah sedang sampai berat,dan dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur.Curah hujan 700-1.650 mm/tahun,temperature 20-30oc.
Tanaman ini berbentuk pohon yang bisa mencapai ketinggian 10 m dan memiliki akar yang cukup dalam.Daunnya kecil-kecil,bentuknya lonjong,bunganya bertangkai.Tanaman ini toleran terhadap hujan,angin,kekeringan,serta tanah-tanah yang kurang subur.
Lamtoro lebih sesuai pada tanah yang tidak masam (pH 5,5-7,5) dan kurang baik tumbuhnya apabila tanah masam (pH 4-5,5). Gliricidia mempunyai daya toleransi yang lebih tinggi terhadap kemasaman tanah, tahan pangkasan dan cepat kembali bertunas sesudah pemangkasan. Kaliandra mempunyai daya adaptasi yang cukup luas tetapi kalah populer dibandingkan dengan gliricidia.
Berfungsi sebagai tanaman makanan ternak, tanaman pelindung, mempertahankan kesuburan tanah dan mencegah erosi.Jarak tanam:180-240 cm.pemotongan pertama dapat dilakukan pada waktu tanam berumur 6 – 9 bulan kemudian pemotongan dapat diulangi 4 bulan sekali.
Beberapa hasil penelitian Nilai manfaat leguminosa di Indonesia:
a. Leucaena leucocephala, adalah salah satu leguminosa pohon yang telah digunakan dalam system pertanian di daerah tropik termasuk Indonesia. Jenis ini mempunyai produksi biomas dan nilai gizi yang tinggi sebagai pakan ternak. Namun sejak adanya serangan hama kutu loncat pada tahun 1986, maka perlu di cari penggantinya yang tahan kutu loncat, dengan kualitas dan produktivitas yang mendekati L. leucocephala. Hasil yang diperoleh menunjukkan produksi ratarata selama 6 kali panen dengan berat segar dan kering tertinggi yaitu Z. tetragona 810,55 (246,70) g/pohon/panen kemudian diikuti A. angustissima 625,27 (235,74) g/pohon/panen; C. calothyrsus 376,67 (149,25) g/pohon/panen, L diversifolia 172,50 (65,56) g/pohon/panen. Dengan produksi yang relatif tinggi dan tidak terserang hama kutu loncat pada Z. tetragona merupakan potensi sebagai pengganti L. leucocephala. (Nurlaeli Kaso Noor 2008)
b.Jenis tanaman pohon leguminosa (kacangkacangan) yang cocok ditanam untuk bera: Kaliandra Calliandra calothyrsus Turi Sesbania grandiflora; Gamal Gliricidium sepium; Lamtoro Leucaena leucocephala. Selain itu, leguminosa menjalar berikut juga dapat digunakan untuk perbaikan bera: Benguk Mucuna pruriens; Arachis Arachis pintoi ; Kudzu Callopogonium mucunoides (Karda dan Spudiati, 2007).

Anonim mengatakan...

NAMA : ARDI J. BULLU
NIM : 0605020001
SEMESTER :VI
JURUSAN : NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK

A. Empat jenis Rumput
1. Rumput Gajah(Pennisetum purpureum)
Rumput gajah banyak di jumpai di persawahan. Tingginya bisa mencapai 5 m, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan dapat berbunga seperti es lilin. Kandungan rumput gajah terdiri atas; 19,9% bahan kering (BK), 10,2% protein kasar (PK), 1,6% lemak, 34,2% serat kasar, 11,7% abu, dan 42,3% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN).
Rumput gajah mempunyai beberapa varietas, antara lain varietas afrika dan varietas hawai.
1. varietas afrika, ditandai dengan batang dan daun yang kecil, tumbuh tegak, berbunga dan produksi lebih rendah jika dibandingkan dengan rumput varietas hawai.
2. varietas hawai, ditandai dengan batang dan daun yang lebar, pertumbuhan rumpun sedikit menyebar, produksi cukup tinggi, dan berbunga.
Panen pertama pada rumput gajah dapat di lakukan pada umur 90 hari setelah tanam. Panen selanjutnya setiap 40 hari sekali pada musim hujan dan 60 hari sekali pada musim kemarau. Tinggi potongan dari permukaan tanah antara 10-15 cm. Produksi hijauan rumput gajah antara 100-200 ton rumput segar/hektar/tahun. Alangkah lebih baik kalau sehabis pemanenan rumput gajah diberi pupuk, pupuk dapat berupa pupuk kimia (urea, npk, tsp/kcl) ataupun pupuk alami (kotoran kambing). Sehingga pertumbuhan rumput itu akan semakin bagus dikemudian hari.


2. Rumput Raja atau King Grass
Rumput raja mempunyai karakteristik tumbuh tegak berumpun-rumpun, ketinggian dapat mencapai kurang lebih 4 m, batang tebal dan keras, daun lebar agak tegak, dan ada bulu agak panjang pada daun helaian dekat liguna. Permukaan daun luas dan tidak berbunga kecuali jika di tanam di daerah yang dingin.
Rumput raja dapat di tanam di daeah yang subur di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan curah hujan tahunan lebih dari 1.000 mm.
Produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 40 ton rumput segar/hektar sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/hektar/tahun. Mutu hijauan rumput raja lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput gajah Hawai ataupun rumput Afrika.
3. Rumput Setaria (Setaria sphcelata)
Rumput setaria sering juga disebut sebagai rumput setaria lampung. Rumput setaria tumbuh tegak, berumpun lebat, tinggi dapat mencapai 2 m, berdaun halus dan lebar berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna merah keungu-unguan, pangkal batang pipih, dan pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas.
Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai ketinggian 1200 m dpl, dengan curah hujan tahunan 750 mm atau lebih, dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, dan tahan terhadap genangan air. Pembiakan dapat di lakukan dengan memisahkan rumpun dan menanamnya dengan jarak 60 x 60 cm. Pemupukan di lakukan pada tanaman berumur kurang lebih dua minggu, dengan pupuk urea 100 kg/hektar lahan, dan sebulan sekali di tambah dengan 100 kg urea/hektar.
Produksi hijauan rumput setaria dapat mencapai 100 ton rumput segar/hektar/tahun. Komosisi rumput setaria (dasar bahan kering) terdiri atas; abu 11,5%, ekstrak eter (EE) 2,8%, serat kasar (SK) 32,5%, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 44,8%, protein ksar (PK) 8,3% dan total digestible nutrients (TDN) 52,88%.

4.Rumput lampung : (=Setaria geniculata).
Daerah asal : Afrika tropis.
Fungsi tanaman : - penutuptanah
- rumput potongan.
Gambaran umum :
- membentuk rumpun, tumbuh tegak tinggi dapat mencapai 1,5 m
- daun seperti daun padi,pada permukaan sedikit berbulu.
- pangkal batang berwarna kemerah-merahan dan kadang keputih-putihan.
- bunga tersusuri dalam tandan coklat keemasan.
- daun lunak dan disukai ternak.
Persyaratan tumbuh :
- tinggi tempat 20-3000 m diatas permukaan laut
- struktur tanah sedang sampai berat.
- curah hujan tahunan tidak kurang dari 760mm/tahun
- tanah kering dan reponsif terhadap pemupukan.
- jarak tanam 60x 60 cm atau 60 x 100 cm.
Perbanyakan tanaman :
- dengan sobekan rumpun (± 40.000 sobekan rumpun/ha)
Produksi :
- berkisar antara 40-60 ton/ha/tahun


B. Empat Jenis Legum
1. Turi (sesbania grandiflora)
Sifat khusus dari tanaman turi adalah pertumbuhannya yang begitu cepat, tinggi tanaman bisa mencapai 10 meter, dan bunga berbentuk seperti kupu-kupu berwarna merah muda atau putih. Turi dapat beradaptasi pada tanah asam yang tidak subur, kadang-kadang juga tumuh subur pada tanah yang tergenang air.
Daun turi merupakan hijauan makanan ternak yang potensial. Komposisi zat gizi daun turi terdiri atas; protein kasar 27,3%, energi kasar 4.825 kkal/kg, SDN 24,4%, lignin 2,7%, abu 7,5%, Ca 1,5% dan P 0,4%.
2. Kaliandra (calliandra calothrysus)
Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl, toleran terhadap tanah yang kurang subur, dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air.
Manfaat kaliandra pada makana ternak adalah sebagai bank protein. Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah.
Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing. Kaliandra mengandung protein kasar 22,4%, lemak 4,1%, energi kasar 46,30 kkal/kg, SDN 24,0%, lignin 1995,0%, Ca 1,6% dan P 0,2%.
Ada baiknya sewaktu pemberian makanan kepada ternak di berikan secara campur. Hal ini bertujuan agar kandungan yang berada di dalam masing-masing tanaman dapat saling melengkapi, sehingga kambing akan merasa tercukupi kandungan gizi maupun proteinnya. Selain itu juga akan meminimalkan kambing merasa bosan makan apabila di sajikan dalam satu jenis tanaman saja secara berulang-ulang.
Kambing akan memilih daun yang dia paling sukai terlebih dahulu, setelah daunan yang disukainya habis, maka kambing baru akan menyantap rumputan jenis yang lain.

3. Gliricidia maculata ( GAMAL ).
Daerah asal : - amerika tengah, brazilia.
Fungsi tanaman : - tanaman pelindung
: - pagar
: - makanan ternak
: - penahan erosi
Gambaran umum : - bentuk pohon, semak
- daun majemuk bersirip ganjil.
- bunga berbentuk malai, lukar dari ketiak daun
- bunga berwarna merah jambu, buah polongan
- akar cukup dalam
Persyaratan tumbuh : - banyak tumbuh hamper di setiap tanah pada semua ketinggian.
Perbanyakan tanaman : - dengan stek.

4. Leucaena Leucocephala ( petaicina = lamtoro)
Daerah asal : - amerika tengah dan selatan
Fungsi tanaman : - tanaman pelindung, pencegah erosi
- daunnya sebagai makanan ternak
Persyaratan tumbuh: - tinggi tempat 0 – 1200 m dari permukaan laut
- struktur tanah sedang sampai berat .
- drainase harus baik,dan dapat di tanam pada tanah kurang subur
Jarak tanam : - 180-240 cm
Pemotongan : - pemotongan pertama dapat dilakukan pada waktu tanam berumur 6 – 9 bulan kemudian pemotongan dapat diulangi 4 bulan sekali

Hendrikus Nio mengatakan...

JENIS-JENIS RUMPUT UNGGUL
a. RUMPUT GAJAH : (= NAPIER GRASS = ELEPHANT GRASS = Pennisetum purpureum)
Daerah asal : Afrika daerah tropis.
Fungsi tanaman : - penutup tanah
- rumput potongan
Gambaran umum :
- tumbuh tegak membentuk rumpun, tinggi dapat mencapai antara 1,8-2,4 m.
- tumbuh baik didaerah pegunungan, disukai ternak, tahan kering dan berproduksi tinggi.
- rumput dapat tumbuh pada struktur tanah sedang sampai berat.
- tahan lindung sedang.
- kurang tahan terhadap genangan air
- responsif terhadap pemupukan.
- produksi dapat mencapai 150 – 200 ton/ha/thn.
Perbanyak tanaman :
- Stek batang ( digunakan 2 – 3 buku ).
- Sobekan rumpun



b. RUMPUN LAMPUNG : (=SETARIA GENICULATA).
Daerah asal : Afrika tropis.
Fungsi tanaman : - penutuptanah
- rumput potongan.
Gambaran umum :
- membentuk rumpun, tumbuh tegak tinggi dapat mencapai 1,5 m
- daun seperti daun padi,pada permukaan sedikit berbulu.
- pangkal batang berwarna kemerah-merahan dan kadang keputih-putihan.
- bunga tersusuri dalam tandan coklat keemasan.
- daun lunak dan disukai ternak.
Persyaratan tumbuh :
- tinggi tempat 20-3000 m diatas permukaan laut
- struktur tanah sedang sampai berat.
- curah hujan tahunan tidak kurang dari 760mm/tahun
- tanah kering dan reponsif terhadap pemupukan.
- jarak tanam 60x 60 cm atau 60 x 100 cm.
Perbanyakan tanaman :
- dengan sobekan rumpun (± 40.000 sobekan rumpun/ha)
Produksi :
- berkisar antara 40-60 ton/ha/tahun

c. GLIRICIDIA MACULATA ( = GAMAL = KALIKIRIA).
Daerah asal : - amerika tengah, brazilia.
Fungsi tanaman : - tanaman pelindung
: - pagar
: - makanan ternak
: - penahan erosi
Gambaran umum : - bentuk pohon, semak
- daun majemuk bersirip ganjil.
- bunga berbentuk malai, lukar dari ketiak daun
- bunga berwarna merah jambu, buah polongan
- akar cukup dalam
Persyaratan tumbuh : - banyak tumbuh hamper di setiap tanah pada semua ketinggian.
Perbanyakan tanaman : - dengan stek.

d. LEUCAENA LEUCOCEPHALA (= PETAI CINA = LAMTORO)
Daerah asal : - amerika tengah dan selatan
Fungsi tanaman : - tanaman pelindung, pencegah erosi
- daunnya sebagai makanan ternak
Persyaratan tumbuh: - tinggi tempat 0 – 1200 m dari permukaan laut
- struktur tanah sedang sampai berat .
- drainase harus baik,dan dapat di tanam pada tanah kurang subur
Jarak tanam : - 180-240 cm
Pemotongan : - pemotongan pertama dapat dilakukan pada waktu tanam berumur 6 – 9 bulan kemudian pemotongan dapat diulangi 4 bulan sekali.








2 Jenis Legume Unggul
a.Turi ( Sesbania grandiflora )
Berasal dari daerah srilangka.Tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi (1.200m), dengan curah hujan 2.000 mm/tahun.Termasuk sejenis tanaman semak.Di Indonesia banyak ditanam di pematang sawah.
Sifat khusus dari tanaman turi adalah pertumbuhannya yang begitu cepat, tinggi tanaman bisa mencapai 10 meter, dan bunga besar berbentuk seperti kupu-kupu berwarna merah muda,putih atau ungu. Berdaun keci-kecil dan bulat,buahnya berbentuk polong yng panjang.Turi dapat beradaptasi pada tanah asam yang tidak subur,tanah kapur, kadang-kadang juga tumbuh subur pada tanah yang tergenang air.
Digunakan sebagai makanan ternak karena :
1.merupakan sumber vitamin,terutama pro vitamin A,Vitamin B,C,E.
2.sumber mineral,terutama Ca,dan P.
Daun turi merupakan hijauan makanan ternak yang potensial. Komposisi zat gizi daun turi terdiri atas; protein kasar 27,3%, energi kasar 4.825 kkal/kg, SDN 24,4%, lignin 2,7%, abu 7,5%, Ca 1,5% dan P 0,4%.
Seluruh masyarakat Timor pasti mengenal Turi/kane/gala-gala. Turi merupakan pohon serbaguna sebagai makanan hewan, sayuran konsumsi manusia, untuk kayu bakar dan batangnya sebagai material konstruksi ringan serta sangat baik untuk meningkat kesuburan lahan. Turi bisa diandalkan sebagai makanan pokok Sapi. Sayangnya tumbuhan ini walau tahan terhadap kekeringan, tapi tidak tahan terhadap api dan gulma/tanaman penganggu.
b. Kaliandra (Calliandra calothrysus)
Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl, toleran terhadap tanah yang kurang subur, dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air.
Manfaat kaliandra pada makanan ternak adalah sebagai bank protein. Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah.
Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing. Kaliandra mengandung protein kasar 22,4%, lemak 4,1%, energi kasar 46,30 kkal/kg, SDN 24,0%, lignin 1995,0%, Ca 1,6% dan P 0,2%.
c.gamal ( Gliricidia maculate )
Nama local: Gamal (Indonesia), Liriksida, liriksidia, Wit Sepiung (Jateng), Johar Gembiro Loka (DIY). Jawa Timur: Kelorwono, Joharlimo, Johar Bogor. Sunda: Cebreng, Cepbyer (Jabar), Kalikiria (Ciamis), Angrum (Garut).
Gamal berasal dari amerika tengah dan brazilia yang beriklim kering. Ditemukan mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 1200 meter. Akan tetapi, tumbuhan ini telah lama dibudidayakan dan bernaturalisasi di wilayah tropika Meksiko, Amerika Tengah, dan bagian utara Amerika Selatan, sampai pada ketinggian 1.500 m. Jenis ini juga telah diangkut ke wilayah Karibia dan kemudian ke Afrika Barat. Ia di introduksikan ke Filipina oleh orang Spanyol pada awal tahun 1600-an, dan ke Sri Lanka dalam abad ke-18l dari sana tumbuhan ini mencapai negara Asia lain, termasuk Indonesia (kira-kira tahun 1900), Malaysia, Thailand dan India. Gamal diperkirakan masuk ke Indonesia untuk digunakan sebagai tanaman pelindung pada areal perkebunan di daerah Medan .
Gamal berbentuk pohon,semak, daun majemuk bersirip ganjil,bunga berbentuk malai, lukar dari ketiak daun,bunga berwarna merah jambu, buah polongan,akar cukup dalam.
Fungsi tanaman: tanaman pelindung,pagar,makanan ternak,dan penahan erosi.Dapat diperbayak dengan menggunakan stek ataupun biji.


Gamal ditanam sebagai penahan angin, bank protein, pakan ternak dan pagar hidup.
Tanaman yang diperbanyak dengan setek sudah dapat dipanen perdana pada usia di bawah 1 tahun. Biasanya 8-10 bulan. Sedangkan pada tanaman biji, hasil biomasa baru dapat diperoleh pada usia sekira 2 tahun.Penanaman setek lebih baik berasal dari batang bawah tanaman yang cukup usia (diatas 2 tahun), diameter batang cukup besar (diatas 4cm) dengan panjang setek bervariasi mulai dari 40cm sampai 1.5m. Jarak tanam juga bervariasi, antara 40 -50cm sampai dengan 1.5 – 5m tergantung kebutuhan.
Gamal mengandung nilai gizi yang tinggi. Protein kasar berada diantara 18-30% dan nilai ketercernaan 50-65% (lihat tabel).
Tabel 1: Persentasi dari Bahan Kering.Animal Feed Resources Information system,FAO.
Walaupun sangat bermanfaat bagi ternak, tingkat racun dalam Gamal juga sudah dikenal sejak lama. Sekurang-kurangnya ada beberapa jenis komponen racun dalam Gamal,diantaranya
dicoumerol, suatu senyawa yang mengikat vitamin K dan dapat mengganggu serta menggumpalkan darah. Dicoumerol diperkirakan merupakan hasil konversi dari coumarin yang disebabkan oleh bakteri ketika terjadi fermentasi.Zat lain yang perlu diperhatikan adalah Nitrat (NO3). Sebetulnya nitrat itu sendiri tidak beracun terhadap ternak, tapi pada jumlah yang banyak dapat menyebabkan penyakit yang disebut keracunan nitrat (nitrate poisoning). Nitrate yang secara alamiah terdapat pada tanaman di rubah menjadi nitrit oleh proses pencernaan, pada gilirannya nitrit dikonversi menjadi amonia. Amonia kemudian di konversi lagi menjadi protein oleh bakteri dalam rumen. Apabila ternak sapi mengkonsumsi banyak hijauan yang mengandung nitrat dalam jumlah besar, nitrit akan terakumulasi di dalam rumen. Nitrit sekurangnya 10 kali lebih beracun terhadap ternak sapi dibandingkan nitrat. Nitrit diserap kedalam sel darah merah dan bersaru dengan molekul pengangkut oksigen, hemoglobin sehingga membentuk methemoglobin.
Sayangnya, methemoglobin tidak dapat membawa oksigen dengan efisien seperti hemoglobin, akibatnya detak jantung dan pernafasan ternak meningkat, darah dan lapisan kulit berubah warna menjadi biru kecoklat coklatan, otot gemetar, sempoyongan dan bila tidak segera ditangani dapat mati lemas.
Selain itu, dalam Gamal juga terdapat molekul alkaloid yang belum dapat diidentifikasi dan senyawa pengikat protein yang juga tergolong zat anti nutrisi, tannin walaupun dalam konsentrasi yang cukup rendah dibandingkan Kaliandra (Calliandra calothrysus).
d.Lamtoro Gung (Leucaena leucocephala)

Berasal dari amerika tengah dan selatan.Tumbuh pada ketinggian 0-1200 m dpl,dengan struktur tanah sedang sampai berat,dan dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur.Curah hujan 700-1.650 mm/tahun,temperature 20-30oc.

Tanaman ini berbentuk pohon yang bisa mencapai ketinggian 10 m dan memiliki akar yang cukup dalam.Daunnya kecil-kecil,bentuknya lonjong,bunganya bertangkai.Tanaman ini toleran terhadap hujan,angin,kekeringan,serta tanah-tanah yang kurang subur.

Lamtoro lebih sesuai pada tanah yang tidak masam (pH 5,5-7,5) dan kurang baik tumbuhnya apabila tanah masam (pH 4-5,5). Gliricidia mempunyai daya toleransi yang lebih tinggi terhadap kemasaman tanah, tahan pangkasan dan cepat kembali bertunas sesudah pemangkasan. Kaliandra mempunyai daya adaptasi yang cukup luas tetapi kalah populer dibandingkan dengan gliricidia.

Berfungsi sebagai tanaman makanan ternak, tanaman pelindung, mempertahankan kesuburan tanah dan mencegah erosi.Jarak tanam:180-240 cm.pemotongan pertama dapat dilakukan pada waktu tanam berumur 6 – 9 bulan kemudian pemotongan dapat diulangi 4 bulan sekali.
Beberapa hasil penelitian Nilai manfaat leguminosa di Indonesia:
a. Leucaena leucocephala, adalah salah satu leguminosa pohon yang telah digunakan dalam system pertanian di daerah tropik termasuk Indonesia. Jenis ini mempunyai produksi biomas dan nilai gizi yang tinggi sebagai pakan ternak. Namun sejak adanya serangan hama kutu loncat pada tahun 1986, maka perlu di cari penggantinya yang tahan kutu loncat, dengan kualitas dan produktivitas yang mendekati L. leucocephala. Hasil yang diperoleh menunjukkan produksi ratarata selama 6 kali panen dengan berat segar dan kering tertinggi yaitu Z. tetragona 810,55 (246,70) g/pohon/panen kemudian diikuti A. angustissima 625,27 (235,74) g/pohon/panen; C. calothyrsus 376,67 (149,25) g/pohon/panen, L diversifolia 172,50 (65,56) g/pohon/panen. Dengan produksi yang relatif tinggi dan tidak terserang hama kutu loncat pada Z. tetragona merupakan potensi sebagai pengganti L. leucocephala. (Nurlaeli Kaso Noor 2008)
b. Jenis tanaman pohon leguminosa (kacangkacangan) yang cocok ditanam untuk bera: Kaliandra Calliandra calothyrsus Turi Sesbania grandiflora; Gamal Gliricidium sepium; Lamtoro Leucaena leucocephala. Selain itu, leguminosa menjalar berikut juga dapat digunakan untuk perbaikan bera: Benguk Mucuna pruriens; Arachis Arachis pintoi ; Kudzu Callopogonium mucunoides (Karda dan Spudiati

ferdiyupwada.blogspot.com mengatakan...

nama : ferdiyup syarif wada
nim : 0605020004
jurusan : nutrisi dan makanan ternak

Jenis Rumput-Rumputan

1. Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach).
Rumput gajah banyak di jumpai di persawahan. Tingginya bisa mencapai 5 m, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan dapat berbunga seperti es lilin. Kandungan rumput gajah terdiri atas; 19,9% bahan kering (BK), 10,2% protein kasar (PK), 1,6% lemak, 34,2% serat kasar, 11,7% abu, dan 42,3% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN).
Rumput gajah mempunyai beberapa varietas, antara lain varietas afrika dan varietas hawai.
1. Varietas afrika, ditandai dengan batang dan daun yang kecil, tumbuh tegak, berbunga dan produksi lebih rendah jika dibandingkan dengan rumput varietas hawai.
2. Varietas hawai, ditandai dengan batang dan daun yang lebar, pertumbuhan rumpun sedikit menyebar, produksi cukup tinggi, dan berbunga.
Nama daerah: Elephant grass, napier grass (Inggris), Herbe d’éléphant, fausse canne à sucre (Prancis), Rumput Gajah (Indonesia, Malaysia), Buntot-pusa (Tagalog, Filipina), Handalawi (Bokil), Lagoli (Bagobo), Ya-nepia (Thailand), Co’ duôi voi (Vietnam), pasto elefante (Spanyol)
Asal-usul dan persebaran geografi: Berasal dari Afrika tropika, kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah daerah tropika di dunia, dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1.000 mm dan tidak ada musim panas yang panjang. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kultivar, terutama di Amerika, Philippine dan India.
Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan (graminae ) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) yang alamiah di Asia Tenggara. Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi, atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase dan hay. Selain itu rumput gajah juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanah yang baik.
Di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan tanaman hijauan utama pakan ternak. Penanaman dan introduksi nya dianjurkan oleh banyak pihak.
Deskripsi dan Sifat Rumput Gajah
Nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun). Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.
Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing.











Berumur sekitar 2 minggu setelah panen.

Rumput gajah merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Namun kelangsungan hidup serbuk sari sangat kurang sehingga menjadi penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk. Disamping itu, kecambahnya lemah dan lambat. Oleh karenanya rumput ini secara umum ditanam dan diperbanyak secara vegetatif. Bila ditanam pada kondisi yang baik, bibit vegetatif tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ketinggian sampai 2-3 meter dalam waktu 2 bulan.
Rumput gajah ditanam pada lingkungan hawa panas yang lembab, tetapi tahan terhadap musim panas yang cukup tinggi dan dapat tumbuh dalam keadaan yang tidak seberapa dingin. Rumput ini juga dapat tumbuh dan beradaptasi pada berbagai macam tanah meskipun hasilnya akan berbeda. Akan tetapi rumput ini tidak tahan hidup di daerah hujan yang terus menerus. Secara alamiah rumput ini dapat dijumpai terutama di sepanjang pinggiran hutan.
Perkembang biakan vegetatif dilakukan baik dengan cara membagi rumpun akar dan bonggol maupun dengan stek batang (minimal 3 ruas, 2 ruas terbenam di tanah). Hal ini dapat dilakukan dengan tangan atau dengan peralatan seperti yang dilakukan pada penanaman tebu. Jarak antar barisan berkisar antara 50 – 200 cm. di daerah yang lebih kering jaraknya lebih lebar. Jarak dalam barisan bervariasi mulai dari 50 – 100 cm. penanaman yang dicampur dengan tanaman lain semisal ubi kayu dan pisang sering dilakukan di kebun rumah.
Untuk mendapatkan hasil dan ketahanan tinggi, rumput ini ditanam dengan pengairan yang teratur dan pemupukan yang cukup. Pemupukan yang banyak diterapkan biasanya bila rumput sering dipotong / dipanen.
Kandungan nutrien setiap ton bahan kering adalah N:10-30 kg; P:2-3 kg; K:30-50 kg; Ca:3-6 kg; Mg dan S:2-3 kg. dengan hasil bahan kering tiap tahun 20-40 ton/Ha, karenanya banyak zat diserap dari tanah. Jika tidak dipupuk hasilnya akan segera menurun drastis dan gulma akan menyerang. Walaupun rumput gajah jarang ditanam dengan polong-polongan (legume), namun tetap dapat dikombinasikan dengan baik.
Penyakit yang biasa menyerang yaitu kutu Helminthosporium sacchari. Tindakan yang paling baik untuk mencegahnya adalah dengan menggunakan kultivar yang tahan penyakit tersebut. Namun demikian secara umum kami tidak menemukan serangan hama pada rumput gajah yang ditanam. Kebanyakan hanya merupakan serangan belalang dan ulat yang masih bisa di tolerir.
Rumput gajah dapat dipanen sepanjang tahun. Biasanya rumput ini diberikan dalam bentuk segar, tetapi dapat juga diawetkan sebagai silase. Hasil bahan kering setiap tahun diharapkan berkisar 2 - 10 ton/hektar untuk tanaman yang tidak dipupuk atau dengan pupuk yang sedikit, tetapi yang menggunakan banyak pupuk N dan P hasilnya berkisar antara 6 - 40 ton/hektar.
Prospek rumput gajah cukup baik bila dilakukan pemupukan yang baik pula. Dengan memanen pada pertumbuhan yang masih muda atau dengan menggunakan kultivar yang baik akan mencapai nilai pakan yang tinggi. Keuntungan dari jenis ini adalah kemampuannya berproduksi, dapat ditanam dalam jumlah besar atau kecil, dan dapat diusahakan secara mekanis atau juga untuk pertanian/peternakan skala kecil.

2. Rumput Raja atau King Grass
Rumput raja mempunyai karakteristik tumbuh tegak berumpun-rumpun, ketinggian dapat mencapai kurang lebih 4 m, batang tebal dan keras, daun lebar agak tegak, dan ada bulu agak panjang pada daun helaian dekat liguna. Permukaan daun luas dan tidak berbunga kecuali jika di tanam di daerah yang dingin. Rumput raja dapat di tanam di daeah yang subur di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan curah hujan tahunan lebih dari 1.000 mm. Produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 40 ton rumput segar/hektar sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/hektar/tahun. Mutu hijauan rumput raja lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput gajah Hawai ataupun rumput Afrika.

3. Rumput Setaria
Rumput setaria sering juga disebut sebagai rumput setaria lampung. Rumput setaria tumbuh tegak, berumpun lebat, tinggi dapat mencapai 2 m, berdaun halus dan lebar berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna merah keungu-unguan, pangkal batang pipih, dan pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas.
Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai ketinggian 1200 m dpl, dengan curah hujan tahunan 750 mm atau lebih, dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, dan tahan terhadap genangan air. Pembiakan dapat di lakukan dengan memisahkan rumpun dan menanamnya dengan jarak 60 x 60 cm. Pemupukan di lakukan pada tanaman berumur kurang lebih dua minggu, dengan pupuk urea 100 kg/hektar lahan, dan sebulan sekali di tambah dengan 100 kg urea/hektar.
Produksi hijauan rumput setaria dapat mencapai 100 ton rumput segar/hektar/tahun. Komosisi rumput setaria (dasar bahan kering) terdiri atas; abu 11,5%, ekstrak eter (EE) 2,8%, serat kasar (SK) 32,5%, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 44,8%, protein ksar (PK) 8,3% dan total digestible nutrients (TDN) 52,88%.

4. Rumput kume
Rumput kume(Sorghum Plumosum Var.Timorense). Salah satu faktor penentu dalam peningkatan produktivitas ternak Ruminansia adalah Penyediaan pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang memadai serta ketersediaannya sepanjang tahun.Dari berbagai spesies yang ada,spesies Andropogontimorensis atau yang dikenal dengan nama lokal "KUME" sangat tinggi dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia.Namun pemanfaatannya tidak di tunjang dengan kuantitas yang memadai (Kandungan protein)terutama di musim kemarau sehingga sangat mempengaruhi kontribusi zat makanan bagi ternak.Rumput kume termasuk golongan rumput potongan produksi hijauannya cukup tinggi (3,37 ton/ha )pada musim hujan.Produksinya yang cukup tinggi menyebabkan rumput kume tersedia sepanjang tahun terutama dalam bentuk standing hay pada musim kemarau sehingga memberi peluang bagi pemanfaatannya sebagai pakan, khususnya bagi ternak ruminansia.Selama musim hujan produksi hijauan dari rumput kume sangat tinggi sedangkan pemanfaatannya oleh ternak rendah sehingga kelebihan rumput tersebut di musim hujan tetap tumbuh sampai musim kemarau tetapi tumbuh dalam bentuk standing hay






Gambar rumput kume
5. Rumput benggala
rumput (benggala) Panicum maximum berasal dari Afrika (Tropis), bersifat perennial/tahunan, berkembang baik dengan sobekan, berdaun lebat, tingginya bervariasi menurut Varietasnya, Masih tumbuh dengan baik pada curah hujan 760 mm/th, tahan naungan , agak tahan kering, Tidak baik pada tanah tergenang, Dengan biji juga dapat berkembang, Daya kecambah rendah setelah penyimpanan biji selama 6 bulan. Penanaman dengan biji dibutuhkan 4-12 kg per Ha, Tiap Kg biji mengandung 1,7 - 3,1 juta butir. Dipotong setiap 6 - 9 mingu sekali, dengan tinggi pemotongan 15 cm diatas permukaan tanah, Produksi hijauan 7-14 ton BK/ Ha/ Th. Komposisi nutrisi berdasarkan Bahan Kering adalah sebagai berikut : Abu 12,6 %, Serat kasar 33,6 %, Protein Kasar 8,8 %, BETN 40 % , TDN 52,6 %. Tanaman rumput. Panicum maksimum ini juga dikenal dengan nama rumput Benggala atau Guninea grass.

6. Rumput Brachiaria Decumbens
Brachiaria adalah salah satu rumput unggul introduksi yang telah beradaptasi dan dikenal oleh peternak di Indonesia. Rumput ini bisa tumbuh di hampir sebagian besar Indonesia, karena sesuai dengan iklim di Indonesia yang tropis dan toleran terhadap berbagai jenis tanah, termasuk tanah asam. Tumbuhnya semi tegak membentuk hamparan dengan ketinggian sekitar 45 cm. Budidayanya bisa menggunakan biji atau pols, dan bisa dipanen pada umur 3-5 bulan setelah biji disebar. Brachiaria mengandung nilai nutrisi yang baik, dicirikan dengan nilai palatabilitas dan protein yang tinggi. Selain sebagai pakan ternak, rumput ini juga bias dimanfaatkan sebagai tanaman penutup di perkebunan atau untuk reklamasi dan konservasi pada lahan marjinal.Rumput Brachiaria adalah salah satu rumput gembala yang memiliki produksi lebih baik jika banding'smpuran dengan leguminosa.













Gambar Rumput Brachiaria Decumbens


Brachiaria yang ditanam dengan C. pilosa memiliki produksi 13,8 ton/ha, lebih baik jika dibandingkan dengan yag ditanam secara monokultur yaitu 12,3 ton/ha.

7. Rumput Benggala (Panicum maximum)












Gambar Rumput Benggala (Panicum maximum)
Rumput (benggala) Panicum maximum berasal dari Afrika (Tropis), bersifat perennial/tahunan, berkembang baik dengan sobekan, berdaun lebat, tingginya bervariasi menurut Varietasnya, Masih tumbuh dengan baik pada curah hujan 760 mm/th, tahan naungan , agak tahan kering, Tidak baik pada tanah tergenang, Dengan biji juga dapat berkembang, Daya kecambah rendah setelah penyimpanan biji selama 6 bulan. Penanaman dengan biji dibutuhkan 4-12 kg per Ha, Tiap Kg biji mengandung 1,7 - 3,1 juta butir. Dipotong setiap 6 - 9 mingu sekali, dengan tinggi pemotongan 15 cm diatas permukaan tanah, Produksi hijauan 7-14 ton BK/ Ha/ Th. Komposisi nutrisi berdasarkan Bahan Kering adalah sebagai berikut : Abu 12,6 %, Serat kasar 33,6 %, Protein Kasar 8,8 %, BETN 40 % , TDN 52,6 %. Tanaman rumput. Panicum maksimum ini juga dikenal dengan nama rumput Benggala atau Guninea grass.


JENIS LEGUMINOSA


1. Turi (sesbania grandiflora)
Sifat khusus dari tanaman turi adalah pertumbuhannya yang begitu cepat, tinggi tanaman bisa mencapai 10 meter, dan bunga berbentuk seperti kupu-kupu berwarna merah muda atau putih. Turi dapat beradaptasi pada tanah asam yang tidak subur, kadang-kadang juga tumuh subur pada tanah yang tergenang air.
Daun turi merupakan hijauan makanan ternak yang potensial. Komposisi zat gizi daun turi terdiri atas; protein kasar 27,3%, energi kasar 4.825 kkal/kg, SDN 24,4%, lignin 2,7%, abu 7,5%, Ca 1,5% dan P 0,4%.

2. Kaliandra (calliandra calothrysus)
Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl, toleran terhadap tanah yang kurang subur, dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air.
Manfaat kaliandra pada makana ternak adalah sebagai bank protein. Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah.
Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing. Kaliandra mengandung protein kasar 22,4%, lemak 4,1%, energi kasar 46,30 kkal/kg, SDN 24,0%, lignin 1995,0%, Ca 1,6% dan P 0,2%.

3. Gamal (gliricidia sepium)




Gambar gamal
Gamal (gliricidia sepium),family: fabaceae, sinonim: Gricidia lambii fernald.
2 jenis lain dari genus ini adalah G. Brennigii dan G. Macullata. hanya G. sepium yang tumbuh diluar sebaran alamianya di Afrika tropika. G. sepium dibedakan dengan 2 jenis lainnya dari susunan bunga yang tegak, bunga merah muda, dan ujung helai daun meruncing. Sedangkan G. macullata bunganya berwarna putih dengan pollebih sering digunakan stek batang dalam usaha pengembang biakan gamal alasannya sulit mencari dan mengumpulkan biji gamal. penanaman stek lebih baik berasal dari batang bawah tanamkan yang cukup usia diatas 2 tahun dengan diameter diatas 4 cm.
Nilai pakan: sebagai pagar hidup dan suplemen pakan ternak, gamal dapat ditanam dengan jarak 40-50 cm. Gamal mengandung nilai gizi yang tinggi, protein kasar berada diantara 18-30 % dan nlai ketercernaan 50-65%. Racun: walaupun bermanfat bagi ternak juga terdapat zat racun yaitu, zat racun I dicoumerol, zat II HCN (Hydro Cyanic Acid), nitrat (NO3).

4. Lamtoro
Lamtoro merupakan tumbuhan yang memiliki batang pohon keras dan berukuran tidak besar. Tingginya mencapai 2-10 m, ranting berbentuk bulat silindris, dan ujungnya berambut rapat. Daunnya majemuk, menyirip genap ganda. Anak daun ukurannya kecil-kecil, terdiri dari 5-20 pasang, berbentuk bulat lanset, ujung runcing, tepi rata. Permukaan bawah daun berwarna hijau kebiruan, panjangnya 6-21 mm, lebarnya 2-5 mm.








Gambar lamtoro
Bunganya berbentuk bonggol yang bertangkai panjang berwarna putih kekuningan. Dan, terangkai dalam karangan bunga majemuk. Buahnya mirip dengan buah petai, namun ukurannya jauh lebih kecil dan berpenampang lebih tipis. Buah lamtoro termasuk buah polong, pipih, dan tipis, bertangkai pendek, panjangnya 10-18 cm, lebar sekitar 2 cm, berisi biji-biji kecil yang cukup banyak dan diantara biji ada sekat.
Lamtoro berasal dari "Amerika Tropis", biasa ditemukan di pekarangan sebagai tanaman pagar atau tanaman peneduh, kadang tambah liar dan dapat ditemukan dari 1-1500 m di atas permukaan laut. Lamtoro ini biasa disebut pete selong, pete china (di daerah Sumatera). Orang Jawa menyebutnya lamtoro, metir, kemlandingan, selamtara; sedangkan peuteuy china, peuteuy selong, kamalandingan, pelending (Sunda), kalandingan (Madura).

ferdiyupwada.blogspot.com mengatakan...

nama : ferdiyup syarif wada
nim : 0605020004
jurusan nutrisi dan makanan ternak
email : ferdiyupswada@gmail.com
ferdiyupwada@rocketmail.com

Jenis Rumput-Rumputan

1. Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schumach).
Rumput gajah banyak di jumpai di persawahan. Tingginya bisa mencapai 5 m, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan dapat berbunga seperti es lilin. Kandungan rumput gajah terdiri atas; 19,9% bahan kering (BK), 10,2% protein kasar (PK), 1,6% lemak, 34,2% serat kasar, 11,7% abu, dan 42,3% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN).
Rumput gajah mempunyai beberapa varietas, antara lain varietas afrika dan varietas hawai.
1. Varietas afrika, ditandai dengan batang dan daun yang kecil, tumbuh tegak, berbunga dan produksi lebih rendah jika dibandingkan dengan rumput varietas hawai.
2. Varietas hawai, ditandai dengan batang dan daun yang lebar, pertumbuhan rumpun sedikit menyebar, produksi cukup tinggi, dan berbunga.
Nama daerah: Elephant grass, napier grass (Inggris), Herbe d’éléphant, fausse canne à sucre (Prancis), Rumput Gajah (Indonesia, Malaysia), Buntot-pusa (Tagalog, Filipina), Handalawi (Bokil), Lagoli (Bagobo), Ya-nepia (Thailand), Co’ duôi voi (Vietnam), pasto elefante (Spanyol)
Asal-usul dan persebaran geografi: Berasal dari Afrika tropika, kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah daerah tropika di dunia, dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1.000 mm dan tidak ada musim panas yang panjang. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kultivar, terutama di Amerika, Philippine dan India.
Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan (graminae ) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) yang alamiah di Asia Tenggara. Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi, atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase dan hay. Selain itu rumput gajah juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanah yang baik.
Di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan tanaman hijauan utama pakan ternak. Penanaman dan introduksi nya dianjurkan oleh banyak pihak.
Deskripsi dan Sifat Rumput Gajah
Nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun). Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.
Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing.











Berumur sekitar 2 minggu setelah panen.

Rumput gajah merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Namun kelangsungan hidup serbuk sari sangat kurang sehingga menjadi penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk. Disamping itu, kecambahnya lemah dan lambat. Oleh karenanya rumput ini secara umum ditanam dan diperbanyak secara vegetatif. Bila ditanam pada kondisi yang baik, bibit vegetatif tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ketinggian sampai 2-3 meter dalam waktu 2 bulan.
Rumput gajah ditanam pada lingkungan hawa panas yang lembab, tetapi tahan terhadap musim panas yang cukup tinggi dan dapat tumbuh dalam keadaan yang tidak seberapa dingin. Rumput ini juga dapat tumbuh dan beradaptasi pada berbagai macam tanah meskipun hasilnya akan berbeda. Akan tetapi rumput ini tidak tahan hidup di daerah hujan yang terus menerus. Secara alamiah rumput ini dapat dijumpai terutama di sepanjang pinggiran hutan.
Perkembang biakan vegetatif dilakukan baik dengan cara membagi rumpun akar dan bonggol maupun dengan stek batang (minimal 3 ruas, 2 ruas terbenam di tanah). Hal ini dapat dilakukan dengan tangan atau dengan peralatan seperti yang dilakukan pada penanaman tebu. Jarak antar barisan berkisar antara 50 – 200 cm. di daerah yang lebih kering jaraknya lebih lebar. Jarak dalam barisan bervariasi mulai dari 50 – 100 cm. penanaman yang dicampur dengan tanaman lain semisal ubi kayu dan pisang sering dilakukan di kebun rumah.
Untuk mendapatkan hasil dan ketahanan tinggi, rumput ini ditanam dengan pengairan yang teratur dan pemupukan yang cukup. Pemupukan yang banyak diterapkan biasanya bila rumput sering dipotong / dipanen.
Kandungan nutrien setiap ton bahan kering adalah N:10-30 kg; P:2-3 kg; K:30-50 kg; Ca:3-6 kg; Mg dan S:2-3 kg. dengan hasil bahan kering tiap tahun 20-40 ton/Ha, karenanya banyak zat diserap dari tanah. Jika tidak dipupuk hasilnya akan segera menurun drastis dan gulma akan menyerang. Walaupun rumput gajah jarang ditanam dengan polong-polongan (legume), namun tetap dapat dikombinasikan dengan baik.
Penyakit yang biasa menyerang yaitu kutu Helminthosporium sacchari. Tindakan yang paling baik untuk mencegahnya adalah dengan menggunakan kultivar yang tahan penyakit tersebut. Namun demikian secara umum kami tidak menemukan serangan hama pada rumput gajah yang ditanam. Kebanyakan hanya merupakan serangan belalang dan ulat yang masih bisa di tolerir.
Rumput gajah dapat dipanen sepanjang tahun. Biasanya rumput ini diberikan dalam bentuk segar, tetapi dapat juga diawetkan sebagai silase. Hasil bahan kering setiap tahun diharapkan berkisar 2 - 10 ton/hektar untuk tanaman yang tidak dipupuk atau dengan pupuk yang sedikit, tetapi yang menggunakan banyak pupuk N dan P hasilnya berkisar antara 6 - 40 ton/hektar.
Prospek rumput gajah cukup baik bila dilakukan pemupukan yang baik pula. Dengan memanen pada pertumbuhan yang masih muda atau dengan menggunakan kultivar yang baik akan mencapai nilai pakan yang tinggi. Keuntungan dari jenis ini adalah kemampuannya berproduksi, dapat ditanam dalam jumlah besar atau kecil, dan dapat diusahakan secara mekanis atau juga untuk pertanian/peternakan skala kecil.

2. Rumput Raja atau King Grass
Rumput raja mempunyai karakteristik tumbuh tegak berumpun-rumpun, ketinggian dapat mencapai kurang lebih 4 m, batang tebal dan keras, daun lebar agak tegak, dan ada bulu agak panjang pada daun helaian dekat liguna. Permukaan daun luas dan tidak berbunga kecuali jika di tanam di daerah yang dingin. Rumput raja dapat di tanam di daeah yang subur di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan curah hujan tahunan lebih dari 1.000 mm. Produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 40 ton rumput segar/hektar sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/hektar/tahun. Mutu hijauan rumput raja lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput gajah Hawai ataupun rumput Afrika.

3. Rumput Setaria
Rumput setaria sering juga disebut sebagai rumput setaria lampung. Rumput setaria tumbuh tegak, berumpun lebat, tinggi dapat mencapai 2 m, berdaun halus dan lebar berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna merah keungu-unguan, pangkal batang pipih, dan pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas.
Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai ketinggian 1200 m dpl, dengan curah hujan tahunan 750 mm atau lebih, dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, dan tahan terhadap genangan air. Pembiakan dapat di lakukan dengan memisahkan rumpun dan menanamnya dengan jarak 60 x 60 cm. Pemupukan di lakukan pada tanaman berumur kurang lebih dua minggu, dengan pupuk urea 100 kg/hektar lahan, dan sebulan sekali di tambah dengan 100 kg urea/hektar.
Produksi hijauan rumput setaria dapat mencapai 100 ton rumput segar/hektar/tahun. Komosisi rumput setaria (dasar bahan kering) terdiri atas; abu 11,5%, ekstrak eter (EE) 2,8%, serat kasar (SK) 32,5%, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 44,8%, protein ksar (PK) 8,3% dan total digestible nutrients (TDN) 52,88%.

4. Rumput kume
Rumput kume(Sorghum Plumosum Var.Timorense). Salah satu faktor penentu dalam peningkatan produktivitas ternak Ruminansia adalah Penyediaan pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang memadai serta ketersediaannya sepanjang tahun.Dari berbagai spesies yang ada,spesies Andropogontimorensis atau yang dikenal dengan nama lokal "KUME" sangat tinggi dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia.Namun pemanfaatannya tidak di tunjang dengan kuantitas yang memadai (Kandungan protein)terutama di musim kemarau sehingga sangat mempengaruhi kontribusi zat makanan bagi ternak.Rumput kume termasuk golongan rumput potongan produksi hijauannya cukup tinggi (3,37 ton/ha )pada musim hujan.Produksinya yang cukup tinggi menyebabkan rumput kume tersedia sepanjang tahun terutama dalam bentuk standing hay pada musim kemarau sehingga memberi peluang bagi pemanfaatannya sebagai pakan, khususnya bagi ternak ruminansia.Selama musim hujan produksi hijauan dari rumput kume sangat tinggi sedangkan pemanfaatannya oleh ternak rendah sehingga kelebihan rumput tersebut di musim hujan tetap tumbuh sampai musim kemarau tetapi tumbuh dalam bentuk standing hay






Gambar rumput kume
5. Rumput benggala
rumput (benggala) Panicum maximum berasal dari Afrika (Tropis), bersifat perennial/tahunan, berkembang baik dengan sobekan, berdaun lebat, tingginya bervariasi menurut Varietasnya, Masih tumbuh dengan baik pada curah hujan 760 mm/th, tahan naungan , agak tahan kering, Tidak baik pada tanah tergenang, Dengan biji juga dapat berkembang, Daya kecambah rendah setelah penyimpanan biji selama 6 bulan. Penanaman dengan biji dibutuhkan 4-12 kg per Ha, Tiap Kg biji mengandung 1,7 - 3,1 juta butir. Dipotong setiap 6 - 9 mingu sekali, dengan tinggi pemotongan 15 cm diatas permukaan tanah, Produksi hijauan 7-14 ton BK/ Ha/ Th. Komposisi nutrisi berdasarkan Bahan Kering adalah sebagai berikut : Abu 12,6 %, Serat kasar 33,6 %, Protein Kasar 8,8 %, BETN 40 % , TDN 52,6 %. Tanaman rumput. Panicum maksimum ini juga dikenal dengan nama rumput Benggala atau Guninea grass.

6. Rumput Brachiaria Decumbens
Brachiaria adalah salah satu rumput unggul introduksi yang telah beradaptasi dan dikenal oleh peternak di Indonesia. Rumput ini bisa tumbuh di hampir sebagian besar Indonesia, karena sesuai dengan iklim di Indonesia yang tropis dan toleran terhadap berbagai jenis tanah, termasuk tanah asam. Tumbuhnya semi tegak membentuk hamparan dengan ketinggian sekitar 45 cm. Budidayanya bisa menggunakan biji atau pols, dan bisa dipanen pada umur 3-5 bulan setelah biji disebar. Brachiaria mengandung nilai nutrisi yang baik, dicirikan dengan nilai palatabilitas dan protein yang tinggi. Selain sebagai pakan ternak, rumput ini juga bias dimanfaatkan sebagai tanaman penutup di perkebunan atau untuk reklamasi dan konservasi pada lahan marjinal.Rumput Brachiaria adalah salah satu rumput gembala yang memiliki produksi lebih baik jika banding'smpuran dengan leguminosa.













Gambar Rumput Brachiaria Decumbens


Brachiaria yang ditanam dengan C. pilosa memiliki produksi 13,8 ton/ha, lebih baik jika dibandingkan dengan yag ditanam secara monokultur yaitu 12,3 ton/ha.

7. Rumput Benggala (Panicum maximum)












Gambar Rumput Benggala (Panicum maximum)
Rumput (benggala) Panicum maximum berasal dari Afrika (Tropis), bersifat perennial/tahunan, berkembang baik dengan sobekan, berdaun lebat, tingginya bervariasi menurut Varietasnya, Masih tumbuh dengan baik pada curah hujan 760 mm/th, tahan naungan , agak tahan kering, Tidak baik pada tanah tergenang, Dengan biji juga dapat berkembang, Daya kecambah rendah setelah penyimpanan biji selama 6 bulan. Penanaman dengan biji dibutuhkan 4-12 kg per Ha, Tiap Kg biji mengandung 1,7 - 3,1 juta butir. Dipotong setiap 6 - 9 mingu sekali, dengan tinggi pemotongan 15 cm diatas permukaan tanah, Produksi hijauan 7-14 ton BK/ Ha/ Th. Komposisi nutrisi berdasarkan Bahan Kering adalah sebagai berikut : Abu 12,6 %, Serat kasar 33,6 %, Protein Kasar 8,8 %, BETN 40 % , TDN 52,6 %. Tanaman rumput. Panicum maksimum ini juga dikenal dengan nama rumput Benggala atau Guninea grass.


JENIS LEGUMINOSA


1. Turi (sesbania grandiflora)
Sifat khusus dari tanaman turi adalah pertumbuhannya yang begitu cepat, tinggi tanaman bisa mencapai 10 meter, dan bunga berbentuk seperti kupu-kupu berwarna merah muda atau putih. Turi dapat beradaptasi pada tanah asam yang tidak subur, kadang-kadang juga tumuh subur pada tanah yang tergenang air.
Daun turi merupakan hijauan makanan ternak yang potensial. Komposisi zat gizi daun turi terdiri atas; protein kasar 27,3%, energi kasar 4.825 kkal/kg, SDN 24,4%, lignin 2,7%, abu 7,5%, Ca 1,5% dan P 0,4%.

2. Kaliandra (calliandra calothrysus)
Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl, toleran terhadap tanah yang kurang subur, dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air.
Manfaat kaliandra pada makana ternak adalah sebagai bank protein. Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah.
Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing. Kaliandra mengandung protein kasar 22,4%, lemak 4,1%, energi kasar 46,30 kkal/kg, SDN 24,0%, lignin 1995,0%, Ca 1,6% dan P 0,2%.

3. Gamal (gliricidia sepium)




Gambar gamal
Gamal (gliricidia sepium),family: fabaceae, sinonim: Gricidia lambii fernald.
2 jenis lain dari genus ini adalah G. Brennigii dan G. Macullata. hanya G. sepium yang tumbuh diluar sebaran alamianya di Afrika tropika. G. sepium dibedakan dengan 2 jenis lainnya dari susunan bunga yang tegak, bunga merah muda, dan ujung helai daun meruncing. Sedangkan G. macullata bunganya berwarna putih dengan pollebih sering digunakan stek batang dalam usaha pengembang biakan gamal alasannya sulit mencari dan mengumpulkan biji gamal. penanaman stek lebih baik berasal dari batang bawah tanamkan yang cukup usia diatas 2 tahun dengan diameter diatas 4 cm.
Nilai pakan: sebagai pagar hidup dan suplemen pakan ternak, gamal dapat ditanam dengan jarak 40-50 cm. Gamal mengandung nilai gizi yang tinggi, protein kasar berada diantara 18-30 % dan nlai ketercernaan 50-65%. Racun: walaupun bermanfat bagi ternak juga terdapat zat racun yaitu, zat racun I dicoumerol, zat II HCN (Hydro Cyanic Acid), nitrat (NO3).

4. Lamtoro
Lamtoro merupakan tumbuhan yang memiliki batang pohon keras dan berukuran tidak besar. Tingginya mencapai 2-10 m, ranting berbentuk bulat silindris, dan ujungnya berambut rapat. Daunnya majemuk, menyirip genap ganda. Anak daun ukurannya kecil-kecil, terdiri dari 5-20 pasang, berbentuk bulat lanset, ujung runcing, tepi rata. Permukaan bawah daun berwarna hijau kebiruan, panjangnya 6-21 mm, lebarnya 2-5 mm.








Gambar lamtoro
Bunganya berbentuk bonggol yang bertangkai panjang berwarna putih kekuningan. Dan, terangkai dalam karangan bunga majemuk. Buahnya mirip dengan buah petai, namun ukurannya jauh lebih kecil dan berpenampang lebih tipis. Buah lamtoro termasuk buah polong, pipih, dan tipis, bertangkai pendek, panjangnya 10-18 cm, lebar sekitar 2 cm, berisi biji-biji kecil yang cukup banyak dan diantara biji ada sekat.
Lamtoro berasal dari "Amerika Tropis", biasa ditemukan di pekarangan sebagai tanaman pagar atau tanaman peneduh, kadang tambah liar dan dapat ditemukan dari 1-1500 m di atas permukaan laut. Lamtoro ini biasa disebut pete selong, pete china (di daerah Sumatera). Orang Jawa menyebutnya lamtoro, metir, kemlandingan, selamtara; sedangkan peuteuy china, peuteuy selong, kamalandingan, pelending (Sunda), kalandingan (Madura).

Anonim mengatakan...

nama : juanita S Amtiran
nim : 06050200026
1. Hijauan rumput
 Hijauan Rumput Unggul terdidri dari
a Rumput gajah (pennisetum purpurreum)
Tinggi 2-6m dengan diameter batang bawah sampai 3cm, panjang daun 30-120cm dan lebar 1-5cm.tahan kering,namun tidak tahan genangan air dan tidak tahan senggutan ternak.Jenis rumput ini bisa tumbuh didataran rendah sampai tinggi (2.000m) respon terhadap pemupukan N baik.Kadar protein kasar rumput sebesar 11,8 dan 6,5%.Penyebaran : stek dan pols.
b Rumput benggala (panicum maximun)
Tinggi antara 0,5-4,5m,panjang daun 15-100cm dan berdiameter 35mm, dapat tumbuh didataran rendah sampai 800m.sangat baik untuk daerah tropika.dapat tumbuh baik dengan campuran legume seperti centrosoma pubescents dan glycine wightii (kedelai) yang memberikan hasil lebih baik bagi ternak dari pada hanya rumput saja.Tumbuh baik ditanah dengan PH 6,5 dan tahan tumbuh dibawah naungan.Zat gizi : kadar PK 9,2%; lemak 1,6%;SK 33%; dan BETN 48,5%.
c Rumput setaria (setaria anceps)
Tinggi antara 1-2m dan bagian bawah tipis,panjang daun 40cm dan lebar daun 8-20cm. Tahan terhadap penggembalaan dan sangat disukai sapi atau kerbau (palatable).Tahan terhadap genangan air dan baik ditanam bersama desmodium.Dapat tumbuh bersama legume kedelai. Penyebaran : sobekan rumput dan biji. Zat gizi : kadar PK 6%-9%.
d Rumput Decumbens (Brachiariadecumbens)
Mudah beradaptasi dengan daerah tropis tahan kering dan ijakan serat mudah tumbuh sampai ketinggian diatas 800mdpl. Panjang daun 14cm dan lebar daun 12mm. Penyebarannya stek,biji, resoma dan sobekan rumput. Kadar PK 11,46%, lemak 1,52%, SK 29%.
2. Hijauan Leguminose
a Turi (sesbania grandiflora syn)
Berupa pohon dengan percabangan jarang,cabang mendatar,batang utama tegak,tajuk cenderung meninggi,daun menyirip ganda.Bunganya tersusun majemuk,mahkota berwarna putih,tipe kupu-kupu khas faboideae.Buah polong,menggantung.Merupakan pohon kecil (tinggi mencapai 10m). Tanaman ini tumbuh baik didaerah tropis yang lembab.Diindonesia turi ini banyak ditanam dipematang-pematang sawah.Daun-daunnya yang masih mudah sangat disukai kambing,sapi dan unggas.Bila pemangkasan dilakukan dengan baik maka hijauan ini akan bisa mencukupi kebutuhan pakan hijau dimusim kemarau.turi ini sebagai makanan ternak sangat menguntungkan karena merupakan sumber vitamin,terutama pro-vitamin A,vitamin B,C dan serta sebagai sumber mineral terutama Ca dan P.Tanaman ini bisa hidup pada tempat yang teduh dan pada tanah yang kapur.
b Kacang tanah (Arachis HYpogaea)
Berasal dari sub daerah tropika tetapi butuh udara panas, butuh air setara curah hujan 400-500mm pada awal pertumbuahan namun kering pada akhir. Kadar PK 10.3% dan 14%. Tanaman semusim, daun terdiri atas 4 helai daun, panjang 3 – 7cm. dan lebar 2- 3 cm.
c Kedelai (Glycine Max sub sp.Wighii)
Berasal dari negara sub tropika, namun butuh suasana hangat dan tidak terlalu panas untuk tumbuh. Bereaksi baik terhadap pupuk P dan K. Hijauan kerring mengandung PK 16,8%, SK 28%, Ca 1,7%.
d Lamtoro
Nama binomial Leucaena leucocephala
(Lamk.) de Wit Sinonim

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Q Magnoliopsida

Ordo: Fabales

Famili: Fabaceae

Upafamili: Mimosoideae

Genus: Leucaena

Spesies: L. leucocephala
• Leucaena glauca, (Linn.) Benth
• Mimosa glauca, Linn.

Anonim mengatakan...

Jellian Radja Haba (0605020006)

RUMPUT
A. RUMPUT GAJAH
rumput gajah, kinggras(penisetum purpureum schumach). berasal dari afrika tropika. rumput gajah merupakan keluarga rumput- rumputan (graminae) yang telh dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak. rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohon- pohonnya . untuk kerbau dan sapi, atau dapat dijadikan persediaan pakan.
di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan hijauan utama pakan ternak. nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio), jumlah terhadap batang dan umurnya. kandungan nitrogen dari hasil panen yang disediakan secara teratur berkisar antara 2- 4 persen protein kasar. rumput ini merupakan tanaman yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. tinggi dapat mencapai 2-4 meter dengan diameter batang adapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas. rumput gajah ditanam pada lingkungan hawa panas yang lembab, tetapi tahan terhadap musim panas yang cukup tinggi.

B. RUMPUT BRACHIARIA
Tumbuhnya semi tegak membentuk hamparan dengan ketinggian sekitar 45cm. Budidayanya bisa menggunakan biji atau pols, dan bisa dipanen pada umur 3-5 bulan setelah biji disebar. Brachiaria mengandung nilai nutrisi yang baik, dicirikan dengan nilai palatabilitas dan protein yang tinggi. Selain sebagai pakan ternak, rumput ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman penutup di perkebunan atau untuk reklamasi dan konservasi pada lahan marjinal.Rumput Brachiaria adalah salah satu rumput gembala yang memiliki produksi lebih baik jika banding'smpuran dengan leguminosa. Brachiaria yang
ditanam dengan C. pilosa memiliki produksi 13,8 ton/ha, lebih baik jika dibandingkan dengan yag ditanam secara monokultur yaitu 12,3 ton/ha.

C. RUMPUT RAJA ATAU KING GRASS(PENNISETUM PURPUROIDES)
Rumput raja hibrida atau King grass (Pennisetum purpuroides) adalah jenis rumput baru yang merupakan hasil persilangan antara Pennisetum purpureum (rumput gajah) dengan Pennisetum typoides (Siregar, 1988). Cheng (1984) menyatakan bahwa Pennisetum hibrida adalah hasil hibridisasi yang merupakan hibrid inter spesifik.
Menurut Reksohadiprodjo (1985), rumput gajah mempunyai sistematika sebagai berikut :
Phyllum : Spermatophyta
SubPhyllum : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Glumiflora
Familia : Gramineae
SubFamilia : Panicurdeae
Genus : Pennisetum
Species : Pennisetum hibrida
Pennisetum purporoides
Produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 40 ton rumput segar/ha sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/ha/tahun. Mutu hijauan rumput raja lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput gajah Hawai ataupun rumput Afrika..
King grass mempunyai keunggulan dibandingkan dengan rumput gajah, antara lain tumbuh lebih cepat, memiliki tunas yang lebih banyak, produksi lebih tinggi dan memiliki batang yang kadar serat lebih rendah sehingga dapat dipotong pada tingkat pertumbuhan yang lebih menggunakan potongan batang (stek) atau sobekan rumput (BIP Ciawi, 1988).
King grass dapat dikembangkan secara vegetatif, yaitu dengan stek.Bibit diambil dari dua pertiga batang bawah yang berasal dari tanaman yang sehat dan tua. Untuk menghasilkan bibit yang baik dapat dilakukan dengan memotong bagian atas tanaman yang keadaannya masih lunak pada umur enam bulan, selanjutnya tanaman diberi kesempatan untuk tumbuh sampai umur delapan bulan. Setelah tanaman mencapai umur tersebut maka batangnya telah siap dijadikan bibit. Potongan batang yang digunakan untuk bibit kurang lebih memiliki dua mata tunas (BIP Lembang, 1988).
Guritno dan Soehono (1980), mengatakan bahwa untuk menanam rumput gajah hibrida dianjurkan suatu jarak tanam 60 cm - 90 cm dan untuk daerah tropik lembab jarak tanam lebih baik lebih sempit karena akan memberi hasil yang tinggi. Demikian penting sekali artinya mengatur jarak tanam atau pemakaian populasi tanaman untuk memperoleh hasil yang baik. Jumlah anakan tiap rumpun akan rendah dengan meningkatnya populasi tanaman. Setyati (1983) menyatakan bahwa meningkatnya populasi tanaman akan menyebabkan terjadinya persaingan untuk faktor cahaya dan faktor tumbuh lainnya.
D. RUMPUT SETARIA(SETARIA SPHACELATA)
Rumput ini berasal dari afrika tropic. Sering juga disebut sebagai rumput setaria lampung. Rumput setaria bersifat perennial, tumbuh tegak, berumpun lebat, tinggi dapat mencapai 2 m, berdaun halus dan lebar berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna merah keungu-unguan, bunga tersusuri dalam tandan coklat keemasan, pangkal batang pipih, dan pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas.Rumput ini merupakan rumput potong atau gembala di daerah dataran tinggi,termasuk tanaman yang tahan kering dan teduh, berdaun lunak dan disukai ternak.
Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai ketinggian 1200 m dpl, dengan curah hujan tahunan 750 mm atau lebih, dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, dan tahan terhadap genangan air,dan responsive terhadap pemupukan. Pembiakan dapat di lakukan dengan memisahkan rumpun dan menanamnya dengan jarak 60 x 60 cm,dengan sobekan rumpun ± 40.000 sobekan rumpun/ha.
Pemupukan di lakukan pada tanaman berumur kurang lebih dua minggu, dengan pupuk urea 100 kg/hektar lahan, dan sebulan sekali di tambah dengan 100 kg urea/hektar.
Produksi hijauan rumput setaria dapat mencapai 100 ton rumput segar/hektar/tahun. Komposisi rumput setaria (dasar bahan kering) terdiri atas; abu 11,5%, ekstrak eter (EE) 2,8%, serat kasar (SK) 32,5%, bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 44,8%, protein ksar (PK) 8,3% dan total digestible nutrients (TDN) 52,88%.




4. JENIS LEGUMINOSA
1. Turi (sesbania grandiflora)
Sifat khusus dari tanaman turi adalah pertumbuhannya yang begitu cepat, tinggi tanaman bisa mencapai 10 meter, dan bunga berbentuk seperti kupu-kupu berwarna merah muda atau putih. Turi dapat beradaptasi pada tanah asam yang tidak subur, kadang-kadang juga tumuh subur pada tanah yang tergenang air.
Daun turi merupakan hijauan makanan ternak yang potensial. Komposisi zat gizi daun turi terdiri atas; protein kasar 27,3%, energi kasar 4.825 kkal/kg, SDN 24,4%, lignin 2,7%, abu 7,5%, Ca 1,5% dan P 0,4%.

2. Kaliandra (calliandra calothrysus)
Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl, toleran terhadap tanah yang kurang subur, dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air.
Manfaat kaliandra pada makana ternak adalah sebagai bank protein. Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah.
Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing. Kaliandra mengandung protein kasar 22,4%, lemak 4,1%, energi kasar 46,30 kkal/kg, SDN 24,0%, lignin 1995,0%, Ca 1,6% dan P 0,2%.
3. GAMAL (GLIRICIDIA SEPIUM)

2 jenis lain dari genus ini adalah G. Brennigii dan G. Macullata. hanya G. sepium yang tumbuh diluar sebaran alamianya di Afrika tropika. G. sepium dibedakan dengan 2 jenis lainnya dari susunan bunga yang tegak, bunga merah muda, dan ujung helai daun meruncing. Sedangkan G. macullata bunganya berwarna putih dengan pollebih sering digunakan stek batang dalam usaha pengembang biakan gamal alasannya sulit mencari dan mengumpulkan biji gamal. penanaman stek lebih baik berasal dari batang bawah tanamkan yang cukup usia diatas 2 tahun dengan diameter diatas 4 cm.
Nilai pakan: sebagai pagar hidup dan suplemen pakan ternak, gamal dapat ditanam dengan jarak 40-50 cm. Gamal mengandung nilai gizi yang tinggi, protein kasar berada diantara 18-30 % dan nlai ketercernaan 50-65%.
Racun: walaupun bermanfat bagi ternak juga terdapat zat racun yaitu, zat racun I dicoumerol, zat II HCN (Hydro Cyanic Acid), nitrat (NO3).
4. LAMTORO (LEUCAENA LEUCEPHALA)
Lamtoro merupakan tumbuhan yang memiliki batang pohon keras dan berukuran tidak besar. Tingginya mencapai 2-10 m, ranting berbentuk bulat silindris, dan ujungnya berambut rapat. Daunnya majemuk, menyirip genap ganda. Anak daun ukurannya kecil-kecil, terdiri dari 5-20 pasang, berbentuk bulat lanset, ujung runcing, tepi rata. Permukaan bawah daun berwarna hijau kebiruan, panjangnya 6-21 mm, lebarnya 2-5 mm.
Bunganya berbentuk bonggol yang bertangkai panjang berwarna putih kekuningan. Dan, terangkai dalam karangan bunga majemuk. Buahnya mirip

Anonim mengatakan...

nama venidora Tael
nim 0605020016
1. Hijauan rumput
 Hijauan Rumput Unggul terdidri dari
a Rumput Suriname (Brachiaria brizantha)
Bentuk :tinggi sampai 1m,daun panjang 5-40cm dan lebar daun 6-15mm.
Sifat : tumbuh didaerah tropika
Penyebaran : dengan biji dan bukan vegetatif
Zat gizi : kadar PK 10,7% dan semakin turun menjadi 6,1% serta 4,7% pada pemotongan 50 dan 80 hari; kecernaan rendah (antara 30%-40%.)
b Rumput ruzi (brachiaria ruziziens)
Bentuk : tinggi sampai 1m,panjang daun 10-25cm,dan lebar daun 15mm.
Sifat : tanaman tahan kelembaban tinggi.
Produksi : 40-60ton/hektar/tahun dengan kadar gizi PK 9,8%-13%.
Penyebarannya : biji,pols,dan stolen.
c Rumput setaria (setaria anceps)
Bentuk tinggi antara 1-2m dan bagian bawah tipis,panjang daun 40cm dan lebar daun 8-20cm.
Sifat tahan terhadap penggembalaan dan sangat disukai sapi atau kerbau (palatable).Tahan terhadap genangan air dan baik ditanam bersama desmodium.Dapat tumbuh bersama legume kedelai.
Produksi : 75-100ton/hektar/tahun
Penyebaran : sobekan rumput dan biji.
Zat gizi : kadar PK 6%-9%.
d Rumput Decumbens (Brachiariadecumbens)
Sifat : mudah beradaptasi dengan daerah tropis tahan kering dan ijakan serat mudah tumbuh sampai ketinggian diatas 800mdpl.
Bentuk : panjang daun 14cm dan lebar daun 12mm.
Penyebarannya : stek,biji, resoma dan sobekan rumput.
Zat gizi : Kadar PK 11,46%, lemak 1,52%, SK 29%.



2. Hijauan Leguminose
a Turi (sesbania grandiflora syn)
Berupa pohon dengan percabangan jarang,cabang mendatar,batang utama tegak,tajuk cenderung meninggi,daun menyirip ganda.Bunganya tersusun majemuk,mahkota berwarna putih,tipe kupu-kupu khas faboideae.Buah polong,menggantung.Merupakan pohon kecil (tinggi mencapai 10m). Tanaman ini tumbuh baik didaerah tropis yang lembab.Diindonesia turi ini banyak ditanam dipematang-pematang sawah.Daun-daunnya yang masih mudah sangat disukai kambing,sapi dan unggas.Bila pemangkasan dilakukan dengan baik maka hijauan ini akan bisa mencukupi kebutuhan pakan hijau dimusim kemarau.turi ini sebagai makanan ternak sangat menguntungkan karena merupakan sumber vitamin,terutama pro-vitamin A,vitamin B,C dan serta sebagai sumber mineral terutama Ca dan P.Tanaman ini bisa hidup pada tempat yang teduh dan pada tanah yang kapur.
b Kacang tanah (Arachis HYpogaea)
Berasal dari sub daerah tropika tetapi butuh udara panas, butuh air setara curah hujan 400-500mm pada awal pertumbuahan namun kering pada akhir. Kadar PK 10.3% dan 14%. Tanaman semusim, daun terdiri atas 4 helai daun, panjang 3 – 7cm. dan lebar 2- 3 cm.
c Kedelai (Glycine Max sub sp.Wighii)
Berasal dari negara sub tropika, namun butuh suasana hangat dan tidak terlalu panas untuk tumbuh. Bereaksi baik terhadap pupuk P dan K. Hijauan kerring mengandung PK 16,8%, SK 28%, Ca 1,7%.
d Desmodium intortum
Nama lain /dikenal : Greenleaf desmodium
Daerah asal : amerika tengah
Bahan penanaman biji dan stek:2-3kg biji/Ha.
Adaptasi : bisa hidup pada berbagai jenis tanah yang luas,pada ketinggian 200-3000m,dengan curah hujan lebih 900mm/tahun,responsive terhadap pemupukan phosphor,tak tahan terhadap kandungan garam yang tiggi,toleran terhadap keadaan asam dan tahan terhadap genangan air.
Tergolong leguminosa berumur panjang,bersifat tubuh melilit,bentuk batang persegi,bertekstur kasar,berwarna merah kecoklatan,panjang ruas 3-11cm,tangkainya berdaun 3 buah,daun tersebut berwarna coklat pada permukaan atas dan berbulu halus.Termasuk salad satu jenis leguminose yang sangat berguna,tapi pertumbuhannya agak lambat

Anonim mengatakan...

TUGAS MATAKULIAH KONSERVASI
OLEH:
Ady S.P. Nallemaa 0911030389
Ambrosius Kedati 0911030390
Charles Polin 0911030395
Joko Agus Susilo 0911030406
Junus Djobo 0911030409

SUMBER DAYA ALAM POTENSIAL DAN SUMBER DAYA ALAM AKTUAL PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah potensi sumber daya yang terkandung dalam bumi, air dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kepentingan pertahanan Negara.
Definisi lain menyatakan bahwa sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya.
Sumber daya alam (ekonomis disebut sebagai tanah atau bahan baku) terjadi secara alami dalam lingkungan yang ada relatif tidak terganggu oleh manusia, dalam alam bentuk alami sumber daya sering ditandai dengan jumlah keanekaragaman hayati yang ada di berbagai ekosistem.
Sumber daya alam berasal dari lingkungan. Banyak dari mereka sangat penting untuk kelangsungan hidup kami sementara yang lain digunakan untuk memuaskan keinginan kita. Sumber daya alam dapat lebih diklasifikasikan dalam berbagai cara.
Berdasarkan pada tahap perkembangan mereka, sumber daya alam dibagi menjadi dua jenis yaitu:
Sumber daya potensial- sumber daya potensial adalah mereka yang ada di suatu daerah dan dapat digunakan di masa depan. Sebagai contoh, minyak bumi mungkin ada di banyak tempat di India, memiliki endapan batu tetapi sampai waktu itu sebenarnya bor keluar dan dimasukkan ke dalam digunakan, itu tetap merupakan sumber daya potensial. Sebuah sumberdaya alam dikatakan juga potensial bila pemanfaatan yang ada pada saat sekarang berada pada jumlah dibawah dibanding dengan kemampuan sumberdaya alam yang ada.

Anonim mengatakan...

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur sumberdaya alam potensial antara lain adalah:
a. Sumberdaya kelautan
Wilayah perairan laut Propinsi Nusa Tenggara Timur mencapai luas 200.000 Km2 diluar zone ekonomi Eklusif Indonesia dan memiliki potensi perikanan yang cukup besar yaitu Potensi Lestari 240.000 ton ikan/tahun. Pengusahaanya baru mencapai 25,88%, adapun jenis ikan dan potensi Lestari yang dimiliki yaitu:
 Pelagis
 Demersal
Potensi-potensi Perikanan dan kelautan lain yang merupakan komoditi andalan di Nusa Tenggara Timur yaitu :
• Mutiara meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Larantuka, Lambata, Sikka, Alor, Sumba Timur, Sumba Barat dan Kabupaten Kupang
• Rumput Laut; Meliputi Kabupaten Kupang (Pulau Sabu), Kab Rote Ndao, perairan Utara Daratan Flores dan Kabupaten Sumba Barat.
• Potensi perikanan lainnya seperti ikan Tuna, Cakalang, Ikan Kerapu dan Teripang masih cukup besar dan tersebar diseluruh perairan diseluruh Kabupaten di Nusa Tenggara Timur.
• Potensi ikan hias juga terdapat di Kabupaten Kupang, Alor, Rote Ndao, Ende, Manggarai dan Manggarai Barat.
• Pengembangan perikanan air tawar di Nusa Tenggara Timur memiliki luas lahan yang dibudidayakan sebesar 1.754 Ha sedangkan yang baru dikelola sebesar 1.647 Ha dengan jenis ikan serta jumlah produksi yakni :
 Budi Daya ikan di Tambak
o Bandeng
o Udang
o Ikan lain
 Budi Daya ikan di kolam
o Ikan Mas
o Ikan Tawes
o Ikan Nila

b. Sumberdaya peternakan
Potensi Ternak cukup besar hal ini di sebabkan karena potensi lahan ternak yang ada yaitu 757.762 Ha dengan populasi ternak sebagai berikut :
1. Kerbau
2. Sapi
3. Kuda
4. Kambing
5. Domba
6. Babi
7. Itik
8. Ayam Buras
9. Ayam Ras petelur
10. Ayam Ras pedanging

Lokasi Pengembangan Peternakan di Nusa Tenggara Timur diarahkan untuk Ternak kerbau dan sapi di Pulau Sumba dan di Pulau Timor, namun tidak menutupi kemungkinan bagi pengembangan ternak pada skala kecil dan menengah. Sedangkan untuk pengembangan ternak sedang di kembangkan pada semua kabupaten /kota yang memiliki peluang untuk dikembangkan.

c. Sumberdaya panas bumi
Menurut hasil penyelidikan Sub Dit Panas Bumi, Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral, sampai tahun 2002 terdapat 18 lokasi manifestasi panas bumi di daerah Nusa Tenggara Timur yang tersebar dalam enam kabupaten yaitu Kabupaten Manggarai, Ngada, Ende, Flores Timur, Lembata dan Kabupaten Alor. Dari hasil inventarisasi dan eksplorasi tersebut diperkirakan potensi panas bumi daerah Nusa Tenggara Timur mencapai 1055 MWe yang terdiri dari 125 MWe Sumber Daya Spekulatif, 374 MWe Sumber Daya Hipotetis, 542 MWe Cadangan Terduga dan 14 MWe Cadangan Terbukti.
d. Sumberdaya sinar matahari
Sebagai daerah dengan musim kemarau yang lebih panjang dari musim penghujan ( 8 bulan: 4 bulan), Provinsi NTT melimpah dengan energi sinar matahari. Potensi pemanfaatan dari jenis energi ini antara lain adalah sebagai pembangkit tenaga listrik tenaga surya.

e. Sumberdaya angin,
f. Sumberdaya nabati, dll

Anonim mengatakan...

Sumber daya aktual adalah mereka yang telah disurvei, kuantitas dan kualitas mereka ditentukan dan sedang digunakan di masa kini kali. Pengembangan sumber daya yang sebenarnya, seperti pengolahan kayu tergantung pada teknologi yang tersedia dan biaya yang terlibat. Bahwa bagian dari sumber daya aktual yang dapat dikembangkan dengan teknologi yang menguntungkan disebut cadangan.
Sumberdaya yang termasuk pada kategori ini di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah:
a. Tanaman Pangan
Produksi beberapa komoditi penting tanaman pangan di Propinsi NTT tahun 2004–2008 dapat diamati pada tabel 6.1.13. Produksi padi (padi sawah dan padi ladang) dalam bentuk gabah kering giling tahun 2007 sebesar 505,6 ribu ton naik menjadi 577,9 ribu ton pada tahun 2008. Mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya luas panen sekitar 21 154 hektar dari tahun sebelumnya (dari 166 753 ha menjadi 187 907 ha).
Komoditi kacang kedelai dan kacang tanah, pada tahun 2007 produksinya mencapai 1 561 ton dan 21 353 ton, pada tahun 2008 meningkat menjadi 2 295 ton dan 25 678 ton, sejalan dengan peningkatan luas panen pada tahun 2008. Komoditi palawija lainnya seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan kacang hijau juga mengalami peningkatan produksi.
b. Perkebunan
Beberapa komoditi perkebunan yang menonjol di NTT dan hampir ada di setiap kabupaten adalah: kelapa, kopi, cengkeh, cokelat, jambu mete, kemiri, kapuk, vanili dan pinang. Tanaman kelapa walaupun dalam beberapa tahun ini terserang hama penyakit, produksinya selama tahun 2008 sebesar 67,15 ribu ton. Kopi selama tahun 2008 menghasilkan 20,06 ribu ton, cengkeh 1,409 ribu ton, cokelat 12,04 ribu ton, jambu mete 39,69 ribu ton, kemiri 22,20 ribu ton, kapuk 2,24 ribu ton, vanili 0,46 ribu ton, pinang 6,48 ribu ton dan jarak 0,45 ribu ton. Sedangkan komoditi perkebunan lainnya, berproduksi di bawah 400 ton selama tahun 2008.
c. Peternakan
Populasi ternak besar di NTT pada tahun 2008 tercatat sapi sebanyak 566 464 ekor, kerbau 147 754 ekor dan kuda 103 601 ekor. Untuk populasi sapi sebagian besar berada di Kabupaten Kupang, TTS dan Belu sementara untuk kerbau dan kuda sebagian besar berada di Daratan Sumba, Kupang, Ngada, Manggarai, Rote Ndao dan Manggarai Barat.
d. Perikanan
Propinsi NTT sebagai wilayah kepulauan memiliki kekayaan hasil laut yang cukup besar. Berbagai jenis hasil laut yang dihasilkan seperti bermacam-macam jenis ikan, udang, cumi-cumi, teripang, rumput laut, dan komoditas laut lainnya. Produksi perikanan pada tahun 2007 sebesar 103 825,5 ton. Sekitar 101 217,1 ton di antaranya atau sekitar 97,49 persen merupakan hasil perikanan laut, dan selebihnya sekitar 2,51 persen merupakan hasil dari perikanan darat.
e. Kehutanan
Produksi kayu cendana di NTT selama tahun 2007 sebesar 10,14 ton yang berasal dari 7 kabupaten yaitu: TTS (123,35 ton), Belu (87,53 ton), Manggarai (73,29 ton), Sumba Barat (12,04 ton), Rote Ndao (3,7 ton), Sumba Timur (0,012 ton) dan terbesar di Kupang (132,46 ton). Produksi kayu jenis lainnya yang paling menonjol adalah kayu jati persegi. Selama tahun 2007 produksinya mencapai sekitar 16,07 ribu meter kubik.

Referensi
Anonim, 2010, "http://en.wikipedia.org/wiki/Natural_resource"
Anonim, 2010, http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam
BPS NTT, 2009, NTT Dalam Angka 2009

Anonim mengatakan...

foto tu.....??????
talalu

bahan kuliah 2, MK Pengendalian Kebakaran dan Penggembalaan Liar, Prodihut, S1

Fakta Empirik Kebakaran dan Penggembalaan Liar di Indonesia  Musim kemarau panjang di Indonesia identik dengan masalah akut seputar...